Beberapa waktu lalu saya menemukan thread di twitter mengenai, "'Ngga mau nikah karna males jadi pembantu buat suami dan anak". Membacanya membuat mata saya terusik. Saya tidak suka dengan pernyataan orang tersebut. Serius ini saya ada lho, buktinya. Kata P E M B A N T U Saya kalau nonton film Hollywood, sering banget nemuin sosok suami malah sibuk nyiapin sarapan buat anak dan istrinya. Turut andil pula dalam pekerjaan rumah tangga. Tapi yaa, itu di Hollywood.. Ini di Indonesia. Adat yang turun menurun, menjadikan peran istri dalam rumah tangga terlihat seperti pembantu. Karna memang pada jaman sebelum Kartini yang disebut sebagai pahlawan emansipasi wanita, sosok wanita banyak 'kurang beruntung' atau seakan terjajah sebagai wanita dalam kehidupannya. Saya tidak perlu sebutkan rinciannya. Dan adat sejak nenek moyang hingga sekarang masih melekat di tanah air ini. Menjadikan sosok istri harus bisa menguasai pekerjaan rumah. Yaa, terlihat seperti pemban...
Bismillah.. Assalammu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Satu hari kemarin sedang ramai sekali perbincangan mengenai "menentang pologami". Viralnya statement ini, tentu banyak sekali pro dan kontra yang bermunculan. Disini saya, status belum menjadi seorang istri, namun, tergelak hati saya untuk membahas 'apa itu poligami'? Setiap perempuan manakala suaminya mengatakan "Aku ingin menikah lagi" . Bagaimana perasaannya? Saya disini menggambarkan posisi saya seperti itu, pastilah sedih. Pertama, saya akan merasa bahwa , "Apakah selama ini saya masih belum baik dalam menjalankan tugas sebagai istri?" . Kedua, "Apakah dengan poligami, akan membuat rumah tangga menjadi lebih baik, ataukah semakin buruk?" . Sedih atau marah (bisa jadi), itu adalah respon yang spontan pada saat mendengar kalimat "poligami". Biasalah, perempuan itu cenderung berpikir menggunakan perasaannya. Tak dipungkiri juga fakta dilapangan ban...