Skip to main content

Full Charge in Ahad

Hari Jum'at tanggal 9 November kemarin, sempet nyeletuk, "Pengen ke Hijrah Fest deh, hari minggu". Karna melihat beberapa pengisi materi, Masyaa Allah... Bagus semua.
Walaupun sebenarnya ingin datang di hari sabtu, karna ada yang ini aku temui... Aahh, sudahlah. Belum Allah ijinkan hihihi.

Singkat cerita keesokan hari di hari sabtunya, saya dan Sella sempet ngobrol-ngobrol agenda untuk ahad 11 November. 
Sebenarnya saya harus mengikuti ikhtibar dari Halaqah saya, di hari ahad. Tapi karna beberapa alasan, dapat kabar dari guru bahwa ikhtibar di undur. Qadarullah.
Akhirnya, hari sabtu pagi itu kami putuskan, "Sudahlah, kita ke Blok M saja. Karna materinya bagus banget. Siangnya ba'da kajian di Blok M, kita mampir ke JCC".

Masih di hari sabtu, melalui pesan whatsapp Sella mengatakan, "Ga' usah ke JCC ya. Ba'da kajian, langsung pulang saja".
Dan saya pun, mengiyakan untuk tidak jadi mampir ke JCC. Pengennya kami bisa ke JCC.. Tapi dari segi pengetahuan yang minim, gimana caranya bisa kesana, ya? Dan karna ada HTM yang bikin mikir dua kali, akhirnya ga jadi.

Tepat Ahad pagi, niat dari rumah untuk menghadiri kajian di daerah Blok M, Alhamdulillah Allah mudahkan dan lancarkan. Ahad pagi sudah charge ilmu dengan materi "Turunnya Nabi Isa Alahissalam dan Ya'juj wa Ma'juj". Masyaa Allah, banyak sekali ilmu Aqidah yang di dapat dalam majelis tersebut.
Ada di beberapa pembahasan, membuat saya tak henti beristighfar. Rasanya seperti ketakutan, "Ya Allah, sudah di depan mata kami kah, Nabi Isa Alahissalam akan turun, yang berarti fitnah terbesar dari Dajjal pun, akan segera kami hadapi? Apakah aku masih ada?"
Beberapa hal di ceritakan mengenai tempat, waktu, dan misi Nabi Isa Alahissalam turun ke bumi. Dan itu benar-benar membuat saya tertegun, dengan kuasa Allah dari segala yang Ia ciptakan dan alasan dari berbagai kejadian yang telah lalu, hingga masih ada yang menjadi misteri untuk di masa depan. Wallahu alam.
Pengen cerita banyak tentang isi materi dari kajian Ahad pagi ini, tapi sepertinya hanya akan saya rangkum disatu pembahasan next blog saja.

Kembali di masjid Nurul Iman ba'da sholat dzuhur, bincang-bincang lagi dengan Sella, setelah ini mau kemana? Pulangkah, atau mampir ke JCC?

Keputusan sudah bulat, kami pun lanjut ke JCC  di daerah Senayan. Karna ingin lihat booth Nussa, dan saya yang pengen banget bisa ketemu team Hijab Alila. 

Sampai di JCC, kami bingung. Ini kalau mau daftar dan beli tiket, gimana caranya??
Runding beberapa hal sampai masalah terberat adalah HTM, karna... Aah, sudahlah tak perlu di bahas hihihi..
Sella pun menyerah, tidak mau masuk ke JCC. Saya berpikir sejenak. "Sudah datang, jauh pula. Pengisi kajian dari sore sampai malam, bagus semua. HTM mahal. Uang jajan juga, segini-gininya di dompet (alias tinggal buat beli tiket). Terus ga dapat hasil apapun?" Sempat urung, tapi beberapa detik kemudian, "Bukankah dalam dakwah harus ada yang di korbankan, salah satunya harta?" batin saya yakin.

"Hayyuk lah, bismillah.. Rizki minallah. Nanti tinggal minta ke Allah, Insyaa Allah dikabulkan."

Balik badan dan langsung ke stand pembelian tiket. Setelah bertanya pada beberapa crew di sana, Alhamdulillah.. Tiket sudah di tangan.
Sesaat setelah mendapatkan tiket, sungguh tak disangka aku langsung berpapasan dengan Kak Dila, salah satu dari team Hijab Alila. Beberapa menit mengobrol, dan sempat meminta foto, kemudian Kak Dila dan Teh Evhie meminta pada saya dan Sella untuk di wawancarai seputar materi Hijab Alila yang bertema "Hijrah". Aduh, duuh.., degdegan ga' karuan saat di wawancarai. Semoga apa yang saya sampaikan, tidak menimbulkan fitnah dan perpecahan. Kayaknya sih, engga'. Seinget saya hehehe..

Masuk ke venue di jam 2 siang. Acara baru akan dimulai ba'da ashar. Jadi lumayan menunggu 1 jam sampai bertemu dengan shalat ashar berjama'ah. Ba'da ashar, ustadz Yusuf Mansyur naik ke atas panggung. Memberikan tausiyahnya dengan penuh semangat. Charger pertama pun, di mulai. Kami semua jama'aah sore itu serentak melakukan dzikir sore. Saya masih ingat dengan perkataan beliau seputar rizki, "Rizki itu kadang di uber, dia lari. Dari pagi ngejar rizki dengan kerja ini itu, sibuk. Eeh, kagak dapat apa-apa. Dzikir sore, malemnya Allah kasih rizki. Sesibuk apapun, jangan pernah tinggalkan dzikir pagi dan sore". Masyaa Allah, perkataan beliau menimbulkan semangat baru yang lebih fresh. Mengingatkan pada seluruh jama'ah, bahwa Allah itu Maha Kaya.. Kayaaa banget! Mau apa, pinta! Dzikir, dan agungkan nama Allah.

Setelah tausiyah ustadz Yusuf Mansyur selesai, tak lama kemudian datanglah ustadz Felix Siauw mulai memberikan tausiyahnya. Beliau ini banyak sekali memberikan motivasi untuk anak-anak muda, jadi saya seneng.. Berasa muda terus hehehe. Dari ustadz Felix Siauw, saya mendapat beberapa petikan. Walau sudah tidak bisa saya ingat kalimatnya, tahulah yaaa, cara bicara beliau itu cepat sekali. Dari inti kalimat beliau adalah, "Ketika kita diajak bepergian keluar kota atau negeri, langsung merasa senang. Bekal untuk bepergian pun, pasti lengkap. Tapi sudahkah kita bertanya kemana arah atau tujuan yang akan kita datangi? Sama hal dengan kehidupan ini. Bekal apa saja yang sudah kita siapkan untuk tujuan hidup kita? Pada zaman dulu, bangsa Arab penuntun arah mereka adalah bintang-bintang." Dalam pembahasan ini, ustadz Felix Siauw menegaskan, "Hadiah terbesar untuk orang - orang yang tersesat adalah, petunjuk. Dan Al - qur'an adalah sebaik-baiknya petunjuk". Masyaa Allah... Kurang apa sih umat Islam, petunjuk kehidupannya adalah Al - Qur'an, salah satu mu'jizat dari Allah yang nyata!

Hal yang paling mendebarkan di acara Hijrah Fest kemarin adalah, surat Al Mulk di bacakan pada saat rakaat pertama shalat Isya, dan do'a bersama jama'ah dengan di pimpin oleh ustadz Adi Hidayat. Tak henti saya menangis manakala imam shalat membacakan surat Al Mulk, masyaa Allah.. Untuk saya pribadi, surat Al Mulk akan selamanya membuat saya menangis takut dengan kematian, menangis takut akan murka Allah, dan menangis takut akan dosa-dosa yang telah saya perbuat. Sebenarnya di sesi blog ini, saya ingin sekali memberitahukan apa saja yang ustadz Adi Hidayat sampaikan. Tapi sepertinya akan saya buatkan spesial room untuk materi beliau. Karna isi dari materi beliau yang saya hadiri dan saya lihat langsung, masyaa Allah.. Tak henti bersyukur, bahwa saya adalah salah satu Hamba-Nya yang berada diantara ribuan jama'ah, bersama-sama menuntut ilmu, bersama-sama kami adalah saudara. Aamiin, insyaa Allah..

Ga jadi ikhtibar, dan malah datang ke Blok M, hingga endingnya bisa mampir ke JCC, semua tak luput atas izin Allah azza wa jalla. Masyaa Allah.  Satu hari itu saya merasa full charge! Ilmu ilmu ilmu, terisi penuh di kepala. Semoga keistiqomah-an ini terus tergenggam dalam hati. Aamiin.. 
Dan untuk Hijrah Fest, saya berharap di kemudian hari, akan ada lagi acara seperti ini. Semua ummat muslim se Jadebotabek, bersatu. Tapi sepertinya banyak dari luar kota lain juga, yang datang. Alhamdulillah.. Semoga kami pun semua yang berada di acara Hijrah Fest kemarin, dapat berjumpa lagi dan berkumpul bersama nanti, dalam Jannah-Nya.. Aamiin Allahumma Aamiin..

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...