Skip to main content

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar.
Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa”. Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan.
Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi.

Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini sedang habis. Saya kasih resepnya saja yaa, nanti bisa beli di apotek besar”. Kondisi badan yang sedang kurang fit saat itu, harus mendengar kabar yang tidak mengenakkan. Berat sekali rasanya pikulan ini.
Di panas terik tepat dzuhur, aku berjalan disekitaran RS Fatmawati. Ada beberapa apotek besar, dan aku harus segera mendapatkan obat leukosit karna mamah tetap harus di kemo, sedangkan jarak waktu dan rumah tidak dekat. Alhamdulillah sore harinya aku berhasil mendapatkan obat tersebut. Di hari yang sama, malamnya mamah suntik di IGD RSGPI. Mamah masih bertanya “Mahal ga’ kak?”

Siang hari ketika pulang dari RS Farmawati, tubuhku benar-benar diambang drop. Sepanjang jalan menahan pusing dan tenggorokan yang sakit, siang itu aku tumbang dirumah. Entah apa yang terjadi, setelah sadar, aku sudah disuguhkan teh manis hangat oleh mamah. Dirasa sudah membaik, ku kabarkan pada mamah apa yang terjadi dengannya, dan penanganan apa yang harus dilakukan. Terdengar isak tangis setelah ku ceritakan. Yaa, mamah menangis. Ini kedua kalinya mamah menangis yang pernah aku lihat. Berulang kali mamah meminta maaf karna telah merepotkanku.. 

Tuhaan, bagaimana bisa ibuku berkata seperti itu? Sedangkan akulah yang pernah membuat dirinya merasakan sakitnya kontraksi kala melahirkanku. 

Ku katakan padanya “Tenang mah, mamah jangan panik.” Mamah masih terus menangis dalam pelukan, ingin ku sampaikan saat itu bahwa “Mah, ayo kita berjuang bersama-sama. Putri dan adek butuh mamah, kita pasti lakuin yang terbaik sesulit apapun. Mamah fokus sehat aja. Putri yang minta maaf karna belum bisa bahagiakan mamah”. Benar adanya aku belum juga bisa membahagiakan ibuku. Bahkan untuk biaya obat, suntik, dan tes darah, aku harus meminjam uang pada bos ku. Rasanya diri ini benar-benar tidak guna. 

Selama mamah sakit dan masa berjuang untuk sembuh, yang selalu ku tekankan dalam hati ini adalah “Ayo, kita berjuang bersama”. Karna mamah lah satu-satunya yang tahu betul betapa sakitnya kanker itu. Sedangkan aku…. Tidak banyak yang bisa ku lakukan untuknya. Kemurungan mamah, sakitnya mamah, terus membuatku merasa bersalah. Aku anak seperti apa? Ibuku sakit, dan aku tidak bisa membahagiakannya! Aku payah!

Akupun merasakan mental down akhir-akhir ini. Tertawa dihadapan muka orang lain, namun bercampur rasa bergejolak dalam hati. Duka, kesakitan, kerinduan, perasaan bersalah, kepayahan diri ini, seperti ramuan yang akan meledak seketika. Aku tetap harus menahannya, dan berpura-pura bahagia.

Berulang kali aku menjerit, yaa Allah.. bantu aku untuk memikul beban ini. Kuatkan bahu ku yaa Allah.. Kuatkan kedua kaki ini untuk melangkah dalam jalan yang telah Engkau syariatkan. Jauhkanlah aku dari putus asa. Runtuhkanlah dosa ibuku melalui penyakitnya. Izinkan aku membahagiakannya, ya Allah.. Izinkan ia, wanita yang amat ku cintai, bahagia di kehidupan dunia dan akhiratnya. Aku tau beratnya ujian ini, seimbang dengan kekuatan yang telah Engkau berikan. Pintaku, jauhkan aku dari sifat dengki dan putus asa. Karna sungguh, jin selalu mengalir dalam aliran darah ini. Hingga seketika aku bisa saja menyerah pada kehidupan. Kau terangkan padaku bahwa: Dunia ini hanyalah senda gurau. Kau telah melaknat kehidupan dunia fana ini, bahkan bangkai kambing masih lebih baik dari semua yang ada di dunia. Aku akan mati dikemudian hari, di waktu yang telah kau persiapkan dan tetapkan. Pintaku kembali yaa Allah, matikanlah aku dalam keadaan beriman dan husnul khotimah. Jagalah ibu dan adikku, dan jauhkan mereka dari kelaparan. Bahagiakan mereka seperti Engkau telah membahagiakan diriku dengan iman

Dalam hasil tes darah mamah pekan lalu, nyaris semua menurun. Aku menangis dan marah. Inikah yang harus ku lalui? Sempat ingin menyudahi semua ini saja. Bila diteruskan, mau sampai kapan mamah tersiksa dari kemo? Ibuku tersiksa jiwa dan raganya.
Aku memang menyerahkan hidup dan matiku pada sang pencipta, namun aku tidak memberikan kepasrahanku. Aku tetap harus berjuang ke depan dalam tujuanku. Pada Rabb sang pencipta, aku hanya dapat bertawakkal. PadaNya lah, semua hidupku tergenggam. Ikhlas, tawakkal dan sabar. Hanya dengan beristighfar, semua risau hilang. Ku coba konsulkan pada dokter, bahwa mamah mengalami tekanan mental efek dari kemonya. Alhmdulillah, dokter hanya menyarankan untuk memakan enam butir putih telur. Lega? Tentu. Betapa dahsyatnya kuasa Allah dalam membalikkan hatiku yang gundah menjadi riang. Aku keluar dari ruang PPKT dengan sumringah. Keesokkannya, mamah dapat melakukan kemo seperti biasa.

Hanya selang beberapa jam, sumringah itu mampir di wajahku. Karna sehari setelah kemo, adikku, Fifie mengalami kejang. Epilepsy nya kambuh. Aku tau dari status whatsappnya ketika sadar, ia bercerita bahwa pipinya ditampar. Aku langsung bertanya siapa yang menyakitinya. Pilu kala tahu pagi itu adikku baru saja kumat. Aku menelpon untuk mengecek pastinya bagaimana. Dari sebrang telpon, mamah menangis kesakitan. Beliau bercerita kejangnya adikku sangat keras. Berulang kali mamah mencoba untuk membuat adikku tersadar, namun yang mamah terima adalah cakaran, tendangan dan pencekekkan. Aku tidak bisa menyalahkan adikku yang telah berlaku kasar terhadap mamah. Ia sedang tak sadar. Akupun bisa mengerti kenapa mamah begitu panik. Tentu saja panik melihat anak bungsunya tergeletak kejang, dengan kondisi baru saja kemo kemarin, harus menangani adikku sendirian. Tak bisa ku bayangkan seperti apa perih di dadanya. Mamah kembali menangis dan berulang kali meminta maaf. Sepertinya murungnya mamah dikarenakan perasaannya yang telah menyusahkan anak-anaknya. Sungguh mah, tidak sekalipun! Pemikiranku bercabang, mental down ku pun kembali datang. Mamah berkata bila ia pergi, kepada siapa kedua anaknya akan diurus? Siapapun tidak akan bisa mengurus kami, kecuali dengan kedua tanganmu mah. Yang paling menyakitkan dihati kami pagi itu adalah, teriakan mamah memanggil almarum ‘aa. Pagi itu mamah membuka lebar luka dihati ini hingga tak akan pernah tertutup seumur hidup. 


Rindu ini membeludak. Aku hanya ingin keluargaku. Mamah, ‘aa, aku dan adik. Kepada mereka ingin ku berikan kebahagiaan sebanyak-banyaknya. Waktu tidak bisa dikembalikan, ia tidak bisa kembali kerumah ini. Tersisa mamah, aku dan adik. Mereka berdua yang harus ku perjuangkan kedepannya. Bantu aku yaa Allah.. Bantu kaki ini untuk siap berjalan seberat apapun jalan yang harus tanjak. Hanya Engkau yaa Allah, satu-satunya yang mengerti kegelisahan hati ini. Juga hanya Engkau, yaa Allah.. yang paing paham akan kerisauan dari kesanggupanku. Aku tidak tahu akan seperti apa akhir dari tugasku disini. Saat ini yang terpenting, aku ingin selalu bersama keluargaku, guru dan rekan-rekan tarbiyahku, ilmu yang bermanfaat dariMu. Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.


Senin, 8 Oktober 2018. Pukul 01:18AM

Comments

  1. Slots Machine Game Download for Android & iOS - JT Hub
    Slots Machine 천안 출장마사지 Game 삼척 출장샵 Download for 여주 출장마사지 Android and iOS - JT Hub - Best Casino Software Providers. Slots. 익산 출장마사지 Machine Game. Slots. Machine Game. Slots. Game. Slots. Game. Slots. Game. Slots. Game. 대구광역 출장안마 Slots. Game. Slots. Game. Slots.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...