Skip to main content

Always Next To You

Ini terlalu gila bila diberitahukan yang sebenarnya.
Cinta yang berlebihan, yang bahkan tak ada satupun yang dapat mengerti akan cinta ini.
Bahkan kau, si pemeran utama dalam cinta ini tak pernah tahu apapun.
Aku memendam semua bagaikan sebuah surat yang tak pernah terkirim.
Memberitahukan semua padamu mu pun terasa percuma.
Ini tidak akan pernah mungkin.

Seperti tak akan sanggup bila bertemu denganmu. Orang yang telah lama ada dalam cinta.
Dan tak akan percaya bila selama ini aku telah merasakan cinta pada orang seperti mu.
Orang akan selalu mengatakan aku gila, ini semua konyol.
Tak'kan ada satupun yang percaya.
Aku pun sebenarnya tak pernah percaya akan sejauh ini dalamnya cinta.
Tapi ini bukan rekayasa yang ku buat.

Ingin meminta pada Tuhan, agar cinta ini tak hanya tersurat.
Meminta kau membalas semua kekonyolan ini.
Agar semua orang tak lagi menertawai aku layaknya aku seperti orang gila.
Tapi apakah mungkin?
Keberadaan yang jauh, hal-hal yang tak mungkin disatukan, apakah bisa?
Sedangkan Tuhan memiliki kehendak tak ada yang tidak mungkin.

Aku manusia. Sungguh ini adalah manusiawi telah merasakan cinta.
Cemburu, saat melihat mu tersenyum untuk yang lain.
Ku pejamkan mata, dan ku lukis wajahmu tersenyum padaku.
Sakit, saat tahu bahwa aku hanya dapat mengumpat dalam gelap.

Bila ada yang lebih gila dariku, karna mereka telah banyak berkorban untukmu.
Aku tak ingin seperti itu. Aku ingin tetap sewajarnya.
Tapi kenapa tanpa harus berlebihan seperti mereka, aku sudah terlanjur masuk dalam kegilaan?
Dan terus melanjutkan kegilaan ini di tahun yang ke lima dengan cinta.

Aku pernah berhenti untuk menyudahi cinta ini.
Tak ingin lagi melihat mu. Tak mau lagi mendengar suara mu.
Semua hal tentang dirimu, telah ku abaikan.
Namun kesakitan justru menyiksa ku.
Betapa aku sangat merindukan cinta ini.
Aku terus melawan agar pendirian ku tak goyah.
Tapi yang kulakukan adalah membuat diriku terjatuh lagi dalam kegilaan.
Aku menyerah.

Kini ku biarkan cinta ini terus ada dan berjalan seiring waktu dalam sisa ku.
Tak ingin lagi menyangkal, aku mencintaimu.
Ku tutup kedua telinga agar tak mendengar kicauan orang yang mengatai aku gila.
Biarkan. Ini telah terjadi.
Bukan dalam waktu yang singkat cinta ini telah ada. Bukan kemarin sore.
Tapi sejak lima tahun yang lalu.

Tak apa hati ini terus terasa sakit..
Tak apa kau tak pernah tahu akan ku.
Semua ini bukan keinginanmu. Ini kesalahanku.
Maka aku akan menanggungnya, tanpa kau perlu tahu.

Ini bukan khayalan. Ini bukan mimpi.
Ini cinta.



Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...