Ini terlalu gila bila diberitahukan yang sebenarnya.
Cinta yang berlebihan, yang bahkan tak ada satupun yang dapat mengerti akan cinta ini.
Bahkan kau, si pemeran utama dalam cinta ini tak pernah tahu apapun.
Aku memendam semua bagaikan sebuah surat yang tak pernah terkirim.
Memberitahukan semua padamu mu pun terasa percuma.
Ini tidak akan pernah mungkin.
Seperti tak akan sanggup bila bertemu denganmu. Orang yang telah lama ada dalam cinta.
Dan tak akan percaya bila selama ini aku telah merasakan cinta pada orang seperti mu.
Orang akan selalu mengatakan aku gila, ini semua konyol.
Tak'kan ada satupun yang percaya.
Aku pun sebenarnya tak pernah percaya akan sejauh ini dalamnya cinta.
Tapi ini bukan rekayasa yang ku buat.
Ingin meminta pada Tuhan, agar cinta ini tak hanya tersurat.
Meminta kau membalas semua kekonyolan ini.
Agar semua orang tak lagi menertawai aku layaknya aku seperti orang gila.
Tapi apakah mungkin?
Keberadaan yang jauh, hal-hal yang tak mungkin disatukan, apakah bisa?
Sedangkan Tuhan memiliki kehendak tak ada yang tidak mungkin.
Aku manusia. Sungguh ini adalah manusiawi telah merasakan cinta.
Cemburu, saat melihat mu tersenyum untuk yang lain.
Ku pejamkan mata, dan ku lukis wajahmu tersenyum padaku.
Sakit, saat tahu bahwa aku hanya dapat mengumpat dalam gelap.
Bila ada yang lebih gila dariku, karna mereka telah banyak berkorban untukmu.
Aku tak ingin seperti itu. Aku ingin tetap sewajarnya.
Tapi kenapa tanpa harus berlebihan seperti mereka, aku sudah terlanjur masuk dalam kegilaan?
Dan terus melanjutkan kegilaan ini di tahun yang ke lima dengan cinta.
Aku pernah berhenti untuk menyudahi cinta ini.
Tak ingin lagi melihat mu. Tak mau lagi mendengar suara mu.
Semua hal tentang dirimu, telah ku abaikan.
Namun kesakitan justru menyiksa ku.
Betapa aku sangat merindukan cinta ini.
Aku terus melawan agar pendirian ku tak goyah.
Tapi yang kulakukan adalah membuat diriku terjatuh lagi dalam kegilaan.
Aku menyerah.
Kini ku biarkan cinta ini terus ada dan berjalan seiring waktu dalam sisa ku.
Tak ingin lagi menyangkal, aku mencintaimu.
Ku tutup kedua telinga agar tak mendengar kicauan orang yang mengatai aku gila.
Biarkan. Ini telah terjadi.
Bukan dalam waktu yang singkat cinta ini telah ada. Bukan kemarin sore.
Tapi sejak lima tahun yang lalu.
Tak apa hati ini terus terasa sakit..
Tak apa kau tak pernah tahu akan ku.
Semua ini bukan keinginanmu. Ini kesalahanku.
Maka aku akan menanggungnya, tanpa kau perlu tahu.
Ini bukan khayalan. Ini bukan mimpi.
Ini cinta.
Cinta yang berlebihan, yang bahkan tak ada satupun yang dapat mengerti akan cinta ini.
Bahkan kau, si pemeran utama dalam cinta ini tak pernah tahu apapun.
Aku memendam semua bagaikan sebuah surat yang tak pernah terkirim.
Memberitahukan semua padamu mu pun terasa percuma.
Ini tidak akan pernah mungkin.
Seperti tak akan sanggup bila bertemu denganmu. Orang yang telah lama ada dalam cinta.
Dan tak akan percaya bila selama ini aku telah merasakan cinta pada orang seperti mu.
Orang akan selalu mengatakan aku gila, ini semua konyol.
Tak'kan ada satupun yang percaya.
Aku pun sebenarnya tak pernah percaya akan sejauh ini dalamnya cinta.
Tapi ini bukan rekayasa yang ku buat.
Ingin meminta pada Tuhan, agar cinta ini tak hanya tersurat.
Meminta kau membalas semua kekonyolan ini.
Agar semua orang tak lagi menertawai aku layaknya aku seperti orang gila.
Tapi apakah mungkin?
Keberadaan yang jauh, hal-hal yang tak mungkin disatukan, apakah bisa?
Sedangkan Tuhan memiliki kehendak tak ada yang tidak mungkin.
Aku manusia. Sungguh ini adalah manusiawi telah merasakan cinta.
Cemburu, saat melihat mu tersenyum untuk yang lain.
Ku pejamkan mata, dan ku lukis wajahmu tersenyum padaku.
Sakit, saat tahu bahwa aku hanya dapat mengumpat dalam gelap.
Bila ada yang lebih gila dariku, karna mereka telah banyak berkorban untukmu.
Aku tak ingin seperti itu. Aku ingin tetap sewajarnya.
Tapi kenapa tanpa harus berlebihan seperti mereka, aku sudah terlanjur masuk dalam kegilaan?
Dan terus melanjutkan kegilaan ini di tahun yang ke lima dengan cinta.
Aku pernah berhenti untuk menyudahi cinta ini.
Tak ingin lagi melihat mu. Tak mau lagi mendengar suara mu.
Semua hal tentang dirimu, telah ku abaikan.
Namun kesakitan justru menyiksa ku.
Betapa aku sangat merindukan cinta ini.
Aku terus melawan agar pendirian ku tak goyah.
Tapi yang kulakukan adalah membuat diriku terjatuh lagi dalam kegilaan.
Aku menyerah.
Kini ku biarkan cinta ini terus ada dan berjalan seiring waktu dalam sisa ku.
Tak ingin lagi menyangkal, aku mencintaimu.
Ku tutup kedua telinga agar tak mendengar kicauan orang yang mengatai aku gila.
Biarkan. Ini telah terjadi.
Bukan dalam waktu yang singkat cinta ini telah ada. Bukan kemarin sore.
Tapi sejak lima tahun yang lalu.
Tak apa hati ini terus terasa sakit..
Tak apa kau tak pernah tahu akan ku.
Semua ini bukan keinginanmu. Ini kesalahanku.
Maka aku akan menanggungnya, tanpa kau perlu tahu.
Ini bukan khayalan. Ini bukan mimpi.
Ini cinta.

Comments
Post a Comment