Skip to main content

One of us

Di saat siang ini hati terasa gundah, seperti tidak ada semangat yang mendukung tubuh ini bergerak, entah mengapa jari ini malah mengetik sebuah nama pada account facebook. Sampai saat ini masih menjadi pertanyaan, darimana ia bisa tahu account facebook ku?
Aku mulai mengetik sebuah nama seseorang yang beberapa tahun ini mengisi hatiku. Bukan kali pertama aku seperti ini. Selalu menyimpan perasaan pada lelaki yang ku suka, tanpa ku beritahu. Dan yang kini tengah terjadi, sudah tiga tahun lamanya perasaan ini tersimpan. 

Aku tak berani memberikan perasaan lebih dari sekedar suka. Aku hanya sanggup menyukainya saja. Takut rasanya bila hati ini berjalan semakin jauh, menyimpan cinta yang pada akhirnya menyakitkan hingga ulu hati.
Tapi bukankah perasaan yang tak'kan tersirat ini pun, akan berakhir sama?

"Dia," lelaki yang ku tulis namanya dalam hati ini, menyukai wanita lain. Ada beberapa kali aku mendengar dari perkataan temannya, bahwa ada seorang perempuan yang sedang ia suka. Tentu bukan aku. 
Kala itu pun, aku melihat dengan jelas, dia juga menyukai temanku. Aahh, rasa cemburu kala itu benar-benar tidak bisa ku luapkan. Dan aku memilih menyingkir di antara mereka. Masih terlihat jelas seperti apa kejadian masa itu. Hari di mana aku tidak ingin melihat mereka bercanda bersama, karna apa? Aku sebagai penonton suka rela.
"Dia" bukanlah type lelaki yang mudah memberikan respon bila perempuan itu tidak ia sukai. Bagaimana aku bisa tahu? Dari cara "Dia" memperlakukan perempuan yang di suka, dengan yang tidak. Artinya? Sikap "Dia" berbeda kepadaku.

Ada hal yang ku sadari mengapa aku tetap berdiam dengan sikap dan perasaanku. Yaitu, aku tidak sejajar dengan dua perempuan yang ku ketahui, "Dia" menyukai mereka. Sangat tidak sejajar. Aku merasa sangat kecil dan tidak ada kelebihan apapun, bila tersanding diantara dua perempuan yang "dia" sukai. Ini pula mengapa aku selalu diam, tidak bisa ku utarakan perasaan ini.

Sampai saat ini aku terus menutup diri darinya. Bahkan tidak sekalipun aku memperlihatkan sikap, bahwa aku menyiman namanya di hati ini. Aku takut, "Dia" tidak menyukaiku. Walaupun aku tahu "Dia" memang tidak menyukaiku. Aku hanya takut dengan perkataan "Aku tidak menyukaimu". Aku takut penolakan. Hahaha..
Perempuan yang tidak menarik sepertiku, tidak pintar, dan tidak memiliki financial yang bagus, apa yang bisa di banggakan? Aku hanya dapat membuat pasanganku malu.

Aku memikirkannya setiap hari, bahwa aku menyukainya. Ada beberapa kali "Dia" like statusku di facebook, seperti itupun sudah membuatku senang. Seperti aku di perhatikan olehnya.
Jangan katakan, aku gila. Aku hanya orang bodoh yang berani-beraninya menyimpan perasaan bertahun-tahun lamanya, tanpa ku utarakan. Juga jangan pernasaran siapa "Dia"?

Karna aku hanya akan menyimpannya dengan diamku.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...