Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2015

Indonesia tanpa NARKOBA!!

Bismillah.. Siang ini, baca di beberapa situs berita terpopuler, isisnya surat terbuka untuk Presiden, dan seorang artis Indonesia, mengenai NARKOBA. Kasus obat terlarang seperti narkoba ini, sudah sejak lama sekali adanya. Pemakainya, dari kalangan, anak-anak yang masih sekolah, remaja, dewasa, sampai orangtua. Betapa mirisnya bangsa Indonesia ini, begitu banyak sekeliling kita yang mengedar, dan menggunakan barang haram tersebut. Sekali diberantas, maka ribuan datang lagi. Selalu begitu. Padahal, tak terhitung lagi berapa banyak masyarakat Indonesia yang telah berjuang untuk memberantas Narkoba! Tapi tak pernah usai.  Saya pribadi, sangat mendukung adanya hukuman mati bagi pengedar dan pemakai NARKOBA. Barang haram ini memang harus diberantas habis. Tuntaskan. Masih banyak sekali generasi Indonesia, masyarakat Indonesia, bahkan saya sendiri, yang terancam dengan adanya NARKOBA!! Jadi, hukuman mati, sungguh pantas bagi mereka yang telah menghancurkan diri dan ban...

Pintar Kaya - Bodoh Miskin

Manusia memiliki sifat egois. Ingin menang sendiri.. Ingin lebih unggul. Derajat harus tinggi. Blablablabla... Bila melihat orang-orang yang seperti itu, saya hanya dapat tertawa miris. Kasihan hidup mereka.. Berlomba untuk cara yang salah. Semua sifat itu memang manusiawi. Tapi tidak kah sadar bahwa itu pengaruh yang buruk untuk diri? Bila tidak puas atas hasil yang diinginkan, bukankah akan kecewa? Sebelum itu terjadi, maka terapkan diri untuk bersikap adil, bijaksana, dan sederhana. Orang selalu memandang rendah terhadap saya. Tapi saya tidak mempermasalahkan. Saya tidak ingin mereka menghormati ku. Dan saya memilih untuk tetap dipandang seperti yang mereka lihat pada diri saya. Miskin dan tidak pintar. It's okay. Better than they pretend to honor. Tidak semua manusia memiliki satu wajah. Termasuk, saya. Sikap diam saya pada setiap ucapan, maupun pandangan mereka yang menilai saya rendah, justru membuat saya semakin gigih untuk menjadi lebih bai...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...

Hidayah

Bismillah... Alhamdulillah... inilah ucapan pertama kali saat mendengar "Yaudah, aku mau berjilbab" dari mulut adik tercintaku.. Fifie.  Memang terdengar seperti 'terpaksa' karna memang hampir setiap hari, saya sebagai kakak, terus menerus menanyakan "De, kapan mau berjilbab?" yang diselangi dengan nasihat.  Berjilbab memang tidak boleh terpaksa. Harus dari hatinya.  Tapi untuk berjilbab, memang harus dipaksa! KEPNAPA PEREMPUAN HARUS BERJILBAB? Perempuan harus berjilbab, tidak hanya karna ini adalah 'rule' dari Allah SWT. Tidak hanya itu. Dengan berjilbab, maka perempuan 'itu' telah diketahui identitasnya; MUSLIM. Dengan berjilbab, maka telah terlindung dirinya dari pandangan buruk lelaki. Kenapa pandangan buruk? Bila perempuan tidak menutup auratnya, maka, dengan mudah mata lelaki melihat kulit tubuh perempuan tersebut. Tapi, bila berjilbab, yang telah menutup keseluruhan auratnya; yang hanya telapak tangan da...

Kemampuan Itu Terbatas!

Dunia katanya kejam. Hidup katanya sengsara. Perjuangan katanya lelah. Well.. This is LIFE.. Can't give up.. Must go on. All people do it. Gelar pendidikan ini terkadang terlalu dijadikan patokan bahwa seseorang yang SUKSES, adalah berkat apa yang telah di pelajarinya, bukan dari apa yang diusahakan. Semua orang berusaha dalam pekerjaan untuk kesuksesan dimasa depan. Semua orang saling sikut untuk menjadi nomor satu. Tapi, tidak semua orang dapat mampu melakukannya. Berbicara mengenai Gelar Pendidikan. Saya, sampai saat ini, Ijazah yang saya miliki hanyalah....... TK. Saya dari keluarga yang tidak mampu, tapi ini bukan menjadi alasan saya untuk tidak meneruskan pendidikan saya secara formal. Sekolah sudah banyak yang gratis. Atau mengikuti ujian paket A, B, maupun C. Saya bisa melakukannya. Tapi saya tidak INGIN melakukannya. Kenapa?? Karna saya bodoh dalam pelajaran..... Entah apa namanya, otak saya bila belajar mengenai pelajaran sekolah...........

Attitude

Berita saat ini mulai marak dengan kekerasan dalam (sesama) pergaulan. Sudah banyak kabar mengenai saling menyakiti antar teman. Namun, yang paling naas saat dibaca; mereka yang saling melakukan kekerasan bukanlah sesama orang dewasa, melainkan anak-anak! MIRIS! Melihat perkembangan mental dan sosial dikalangan anak-anak sudah sangat menurun. Masalah bukan pada diri anak tersebut. Melainkan, "hal" yang telah ia contoh. Orangtua tentu berperan penting sekali mengenalkan dan mengajarkan attitude dalam pergaulan. Ada orangtua yang memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk mencoba hal-hal dalam dunia; lingkungan bergaul. Mempersilahkan anak terjun dalam hal-hal baru di dunia nya, banyak positif yang didapat. Tapi tentu orangtua sangat harus mengarahkan anak untuk dapat memilih kawan dalam lingkungannya. Bukan dengan cara menghasut bahwa salah satu temannya "nakal". tapi, diarahkan bahwa kekerasan dalam berkawan, itu tidaklah patut dicontoh maupun dij...

Berbakti Tak Ada Nanti

Berbakti kepada orangtua itu, bukan "mumpung orangtua masih ada". Tapi, "mumpung diri ini masih diberi umur panjang" . Maka berbaktilah. Terutama bagi lelaki mempunyai tanggungjawab dan kewajiban untuk membahagiakan orangtua nya selama hidupnya masih berjalan. Tidak ada kata "nanti" Nanti saja kalau sudah kerja.. Nanti saja kalau sudah punya rumah pribadi.. Nanti saja kalau... blablabla.. Masya Allah... Bukan nanti... tapi sekarang.. Saat ini.. Membahagiakan orangtua, terutama Ibu, adalah hal paling utama yang harus dilakukan seorang anak lelaki. Bukan istri, maupun anak. Dahulukanlah Ibu. Bila perempuan, tak memiliki kewajiban seumur hidup untuk mengutamakan orangtuanya. Karna perempuan terlahir 3x dalam hidup. Anak - Istri - Ibu. Saat perempuan (sebagai anak) patutlah membahagiakan orangtua, Terutama ibu. Karna memang seorang anak harus patuh dan menghormati orangtuanya. Surga ada pada telapak kaki ibu. Namun saat perempuan telah...