Dunia katanya kejam. Hidup katanya sengsara. Perjuangan katanya lelah.
Well.. This is LIFE.. Can't give up.. Must go on. All people do it.
Gelar pendidikan ini terkadang terlalu dijadikan patokan bahwa seseorang yang SUKSES, adalah berkat apa yang telah di pelajarinya, bukan dari apa yang diusahakan.
Semua orang berusaha dalam pekerjaan untuk kesuksesan dimasa depan. Semua orang saling sikut untuk menjadi nomor satu.
Tapi, tidak semua orang dapat mampu melakukannya.
Berbicara mengenai Gelar Pendidikan.
Saya, sampai saat ini, Ijazah yang saya miliki hanyalah....... TK.
Saya dari keluarga yang tidak mampu, tapi ini bukan menjadi alasan saya untuk tidak meneruskan pendidikan saya secara formal. Sekolah sudah banyak yang gratis. Atau mengikuti ujian paket A, B, maupun C. Saya bisa melakukannya. Tapi saya tidak INGIN melakukannya. Kenapa??
Karna saya bodoh dalam pelajaran.....
Entah apa namanya, otak saya bila belajar mengenai pelajaran sekolah........ SULIT.
Saya BODOH dalam pelajaran. Ya. Tapi bukan berarti saya tidak bisa melakukan apapun.
Matematika sampai sekarang yang bisa saya pelajari hanyalah, pertambahan dan pengurangan. Sisanya pakai EX atau Kalkulator. IPA, totaly, saya NGGAK TAHU.
IPS, sejarah yang saya minati untuk dibaca dan memang hanya bisa masuk dalam ingatan, hanya sejarah NABI. hahaha
Bahasa Indonesia, saya asli orang Indonesia, tapi untuk mengetahui bahasa yang baik, pada saat saya menyukai Tulisan. Apalagi? Bahasa Inggris? ......... Bahasa Indonesia aja saya bingung, apalagi Bahasa Inggris, LIYEUR!! Hahaha...
Dulu, saya sangat minder. Ah.. lulusan TK, bisa apa? Kerja apa?
Tapi, melihat orang disekeliling dapat melakukan banyak hal, membuat saya merasa, kenapa saya tidak seperti dia? ini saat saya melihat baby siter menyuapi anak majikannya. Akhirnya saya belajar bagaimana menyuapi anak balita. Dan akhirnya untuk pertama kali saya merasakan gaji, dari mengurus balita.
Semua dimulai dari yang sangat kecil dan mudah. Saya tidak belajar di sekolah, tapi saya dapat belajar dalam lingkungan dengan orang - orang disekeliling saya.
Sampai saya dapat menyimpulkan, menambah satu orang teman, dapat menambah wawasan. Dari situ, saya mulai membuka diri dalam sosial. Saya dekati tiap orang. Mau itu yang dibawah umur saya, seumuran, ibu-ibu bahkan yang sudah nenek-nenek sekalipun, saya dekati. Semua itu hanya untuk, agar wawasan saya bertamabah.
Memang masih belum banyak hal yang dapat saya lakukan. Dan hasilnya, sampai sekarang keluarga saya masih kesulitan. Saya belum sukses. Saya nggak tahu, faktor lucky itu mendukung atau tidak. Tapi yang selama ini saya jalankan, hikmah selalu saya dapat.
Dimulai dari Baby siter, sampai akhirnya saya dapat duduk di kursi ala kantoran, walaupun hanya menjadi staff administrasi. By the way, dipekerjaan saya saat ini, belum pernah saya belajar mengenai administrasi. Saya hanya pernah belajar ilmu komputer dasar. Tapi, selama lima bulan ini, belum ada kekecewaan dari wajah atasan Huh pede hahaha..
Ada yang bilang, Halaaah punya gelar s1, s2, s3, profesor, doctor maupun insyinyur, nggak menjamin orang itu benar-benar pintar!. Saya termenung. Apa iya?? Bisa masuk Universitas, bukannya udah pinter? atau.... karna mampu dalam finansial?
Tapi, saya punya cerita lucu. untuk saya pribadi, ini menjadi kebanggaan bagi diri saya.
Ada seseorang..... gelarnya sudah Doctor.. tiba-tiba....
"Put, kalau hasil download, itu ada di folder mana? Ko saya cari-cari nggak ada?"
"Bapak download pakai Firefox atau Chrome?" (sebenarnya basa basi)
"Chrome!"
"Ada disini pak."
Kemudian saya bantu untuk mencarikan hasil download-an Bapak tersebut, yang sebenernya tidak kemana-mana sampai dicari tidak ada, katanya.
Well, dari situlah akhirnya saya beranggapan. Bukan pada gelar, seseorang dapat dianggap SUKSES mapun BERPENDIDIKAN. Tapi, apa yang dimampuinya.
Apakah dengan gelar Profesor yang dibanggakannya itu, bisa menjahit?
Apakah dengan gelar Doctor, bisa menulis cerita?
Ibu rumah tangga aja banyak yang tidak bisa memasak. Bukan karna dia tidak bergelar Sarjana Rumah Tangga, tapi karna memang tidak memiliki kemampuan memasak.
Ilmu itu luas. Semua orang dapat belajar apapun. Sehingga semua orang pun 'mampu' melakukan apapun. Tapi nyatanya semua orang tidak 'mampu'.
We can ask, why?!
Karna kemampuan itu, terbatas!!
Ilmu luas. Kemampuan terbatas.
Setiap orang memiliki kemampuannya masing-masing. Sepintar apapun orang tersebut, pasti ada batas dalam dirinya tidak bisa melakukan "hal" yang lain.
Sekeren apapun dia belajar, baik dalam negeri maupun luar negeri, pasti ada 'hal' yang tidak dapat dilakukan.
Ada orang kerja dibidang Akuntan, tapi kalau ditanya apa yang paling bisa ia lakukan, dia menjawab "memasak". ini ada.
Yang tidak perlu kuliah jauh dan mahal, tapi penghasilan tiap bulan setara dengan pendapatan Doctor, banyak. Pengusaha contohnya.
Dan bagi saya, yang tidak sekolah, yang selalu dikucilkan banyak orang karna latar pendidikan saya, Terpelajar itu belum tentu Terdidik. Yang sudah terdidik, jelas dia Belajar.
Hidup itu yang penting tahu Attitude. Ada tujuan. dan banyak bertanyalah tentang berbagai hal, terutama hal "terbodoh". Karna dengan satu pertanyaan, dapat mendapatkan seribu jawaban. Malu bertanya, sesat dijalan. Nggak mau bertanya, kapan pinternya? Hahaha... Nggak nyambung.
By The Way... gali terus ilmu dan kemampuan.. agar tahu, seperti apa kelemahan diri. Supaya dapat mencari lagi kelebihan, untuk menutupi kelemahan tersebut.
Jadilah orang bodoh, untuk pintar.
Comments
Post a Comment