Skip to main content

Hidayah

Bismillah...

Alhamdulillah... inilah ucapan pertama kali saat mendengar "Yaudah, aku mau berjilbab" dari mulut adik tercintaku.. Fifie. 
Memang terdengar seperti 'terpaksa' karna memang hampir setiap hari, saya sebagai kakak, terus menerus menanyakan "De, kapan mau berjilbab?" yang diselangi dengan nasihat. 

Berjilbab memang tidak boleh terpaksa. Harus dari hatinya. 
Tapi untuk berjilbab, memang harus dipaksa!

KEPNAPA PEREMPUAN HARUS BERJILBAB?

Perempuan harus berjilbab, tidak hanya karna ini adalah 'rule' dari Allah SWT. Tidak hanya itu.

Dengan berjilbab, maka perempuan 'itu' telah diketahui identitasnya; MUSLIM.

Dengan berjilbab, maka telah terlindung dirinya dari pandangan buruk lelaki. Kenapa pandangan buruk? Bila perempuan tidak menutup auratnya, maka, dengan mudah mata lelaki melihat kulit tubuh perempuan tersebut. Tapi, bila berjilbab, yang telah menutup keseluruhan auratnya; yang hanya telapak tangan dan wajah saja yang terlihat, maka bisa dipastikan dirinya telah aman dari mata nakal lelaki.
Sebenarnya untuk masalah pandangan, awal mengapa lelaki bisa tidak sopan melihat bagian tubuh perempuan, dimulai dari perempuan itu sendiri. Maka itu, perempuan harus menutup auratnya, agar tidak mengganggu pandangan lelaki yang bukan mahram baginya. KArna keduanya bisa mendapat dosa. Naudzubillah..

Dengan berjilbab pula, perempuan dapat mengubah akhlaq nya menjadi pribadi yang ramah lembut, tidak seronok bersikap gampang dengan lawan jenis, dan harus mengusahakan dirinya agar dapat menjaga diri dan kehormatan hanya kepada yang halal baginya.

Tapi, mengapa masih begitu banyak perempuan yang berjilbab, namun tidak mengerti dengan cara memakaii jilbab yang benar, kemudian juga akhlaq mereka pun masih buruk, kenapa masih ada yang seperti itu?

Inilah yang sangat disayangkan.. Disedihkan.. Karna masih banyak sekali perempuan yang berjilbab, tapi tidak benar-benar taat kepada Allah.

Ini bukan salah orangtuanya yang menekankan agar anaknya harus berjilbab. Tapi, kesalahannya terdapat dari 'ilmu' yang dimiliki anaknya. Apakah sudah benar-benar tahu?
Orangtua tak hanya harus mengatur dengan "Kamu pake jilbab! Nggak malu nenek mu, ibu mu, keluarga yang perempuan pakai jilbab, masa kamu nggak?" atau "Sekolah kamu itu tsanawiyah! Masa kamu nggak pakai jilbab?! PAKE!!"

Bukan seperti itu Bu atau Pak, cara agar anak menutup aurat dalam kesehariannya.

Saya, menekankan agar adik saya memakai jilbab dengan memberinya ilmu. 

"De, perempuan itu harus menutup auratnya. Ini bukan perintah nenek moyang. Ini perintah langsung dari Allah. Andai kakak sudah tahu sejak awal kalau Allah memerintahkan semua perempuan, untuk menutup auratnya, pasti sejak kecil kakak sudah berjilbab.
De, dengan berjilbab, kamu senantiasa dilindungi Allah dari kezolim lelaki yang jahat. Dan dengan berjilbab juga, kamu taat sama Allah.
De, kamu kan anak baik. Selama ini Allah kasih apa yang kamu butuh. Masa, Allah perintahkan berjilbab untuk kebaikanmu, kamu nggak mau melaksanakannya?
De, Rosulullah itu pernah melihat neraka. Kata Rosulullah, penghuni neraka itu kebanyakan perempuan. Naudzubillah.. De.. Jangan sampai Mamah, Kakak, dan kamu menjadi penghuni neraka. 
Kapan kamu mau berjilbab?"

Selalu seperti ini penyampaian saya untuk mengajak Fifie, mau berjilbab. Ini sekitar setahun saya merayu nya. Namun, baru kemarin sore, akhirnya Fifie siap berjilbab..

Alhamdulillah....

Tak henti saya berucap syukur, atas terbukanya hati Fifie yang sudah memantapkan hati untuk menutup auratnya. 

Subhanallah... Alhamdulillah...

Allah memberikan Hidayah kepada Fifie, melalui saya, Kakaknya.
Bangga rasanya sebagai kakak, dapat membimbing adik tercinta untuk taat kepada Allah.

Insya Allah, Fifie akan selalu istiqomah dan taat kepada Allah, dengan 'ilmu' tentunya yang akan saya ajarkan sesuai dengan kemampuan saya.

Begitulah memang seharusnya muslimah. Menutup aurat dan berjilbab. Tentu tidak hanya itu saja. Sikap, lisan dan pandangan, juga harus dijaga. Agar harga diri sebagai muslimah selalu terjaga. Amin.

Dan, bagi yang sudah memantapkan hati untuk berjilbab, mari terus kembangkan ilmu agar tidak bodoh, dan menjadi panutan untuk perempuan lainnya agar juga berjilbab.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Always Next To You

Ini terlalu gila bila diberitahukan yang sebenarnya. Cinta yang berlebihan, yang bahkan tak ada satupun yang dapat mengerti akan cinta ini. Bahkan kau, si pemeran utama dalam cinta ini tak pernah tahu apapun. Aku memendam semua bagaikan sebuah surat yang tak pernah terkirim. Memberitahukan semua padamu mu pun terasa percuma. Ini tidak akan pernah mungkin. Seperti tak akan sanggup bila bertemu denganmu. Orang yang telah lama ada dalam cinta. Dan tak akan percaya bila selama ini aku telah merasakan cinta pada orang seperti mu. Orang akan selalu mengatakan aku gila, ini semua konyol. Tak'kan ada satupun yang percaya. Aku pun sebenarnya tak pernah percaya akan sejauh ini dalamnya cinta. Tapi ini bukan rekayasa yang ku buat. Ingin meminta pada Tuhan, agar cinta ini tak hanya tersurat. Meminta kau membalas semua kekonyolan ini. Agar semua orang tak lagi menertawai aku layaknya aku seperti orang gila. Tapi apakah mungkin? Keberadaan yang jauh, hal-hal yang tak mungkin di...