Skip to main content

Berbakti Tak Ada Nanti

Berbakti kepada orangtua itu, bukan "mumpung orangtua masih ada".
Tapi, "mumpung diri ini masih diberi umur panjang". Maka berbaktilah.

Terutama bagi lelaki mempunyai tanggungjawab dan kewajiban untuk membahagiakan orangtua nya selama hidupnya masih berjalan. Tidak ada kata "nanti"

Nanti saja kalau sudah kerja.. Nanti saja kalau sudah punya rumah pribadi.. Nanti saja kalau... blablabla..
Masya Allah... Bukan nanti... tapi sekarang.. Saat ini..

Membahagiakan orangtua, terutama Ibu, adalah hal paling utama yang harus dilakukan seorang anak lelaki. Bukan istri, maupun anak. Dahulukanlah Ibu.

Bila perempuan, tak memiliki kewajiban seumur hidup untuk mengutamakan orangtuanya. Karna perempuan terlahir 3x dalam hidup. Anak - Istri - Ibu.
Saat perempuan (sebagai anak) patutlah membahagiakan orangtua, Terutama ibu. Karna memang seorang anak harus patuh dan menghormati orangtuanya. Surga ada pada telapak kaki ibu.
Namun saat perempuan telah menjadi seorang Istri, tak ada lagi orangtuanya bertanggungjawab atas dirinya. Suami lah yang menggantikan orangtuanya.

Menghormati, menyayangi, dan tidak melawan orangtua, adalah kewajiban tiap seorang anak. Baik lelaki maupun perempuan, patut untuk berbakti.

Jadi untuk para lelaki dan perempuan, yang belum membahagiakan kedua orangtua nya, janganlah bangga telah membuat seseorang yang kau cintai yang bukan mahram mu, merasa bahagia.
Bahagiakan dulu kedua orangtua mu. Maka, suatu saat nanti kamu dapat dipercaya untuk membahagiakan seseorang yang kelak menjadi halal bagimu.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...