Skip to main content

Indonesia tanpa NARKOBA!!

Bismillah..

Siang ini, baca di beberapa situs berita terpopuler, isisnya surat terbuka untuk Presiden, dan seorang artis Indonesia, mengenai NARKOBA.

Kasus obat terlarang seperti narkoba ini, sudah sejak lama sekali adanya. Pemakainya, dari kalangan, anak-anak yang masih sekolah, remaja, dewasa, sampai orangtua. Betapa mirisnya bangsa Indonesia ini, begitu banyak sekeliling kita yang mengedar, dan menggunakan barang haram tersebut. Sekali diberantas, maka ribuan datang lagi. Selalu begitu. Padahal, tak terhitung lagi berapa banyak masyarakat Indonesia yang telah berjuang untuk memberantas Narkoba! Tapi tak pernah usai. 


Saya pribadi, sangat mendukung adanya hukuman mati bagi pengedar dan pemakai NARKOBA. Barang haram ini memang harus diberantas habis. Tuntaskan.
Masih banyak sekali generasi Indonesia, masyarakat Indonesia, bahkan saya sendiri, yang terancam dengan adanya NARKOBA!! Jadi, hukuman mati, sungguh pantas bagi mereka yang telah menghancurkan diri dan bangsa ini.
Bila melihat kabar terakhir, Indonesia termasuk lahan luas untuk mengedarkan Narkoba. Karna pengedar mendapatkan untung yang banyak dari Indonesia. Jadi, tak diragukan lagi, bahwa sudah banyak sekali dari masyarakat Indonesia memakai barang haram tersebut. Astaghfirullahal adzim...


Yang belum lama terjadi, Narkoba dengan jenis ganja, telah beredar dipasaran dengan sangat mudah; Brownies ganja. Astaghfirullah... Nau'dzubillah..
Apa yang ada dalam pikiran si pengedar? Benar-benar ingin menghancurkan bangsa Indonesia ini dengan Narkoba? Pantaskah melakukan hal ini?
Tolong jangan hancurkan anak-anak yang tak pantas bagi mereka untuk memutuskan masa depan dengan Narkoba. Jangan menyalahkan mereka yang tidak tahu apapun.

Sejak saya kecil, banyak dari pergaulan saya, yang mereka pemakai dan pengedar Narkoba. Dan banyak dari mereka yang telah meninggal karena narkoba itu sendiri.
Saya diberitahukan dari teman, bahwa anak-anak yang diajak mengemis, mereka yang sedang tertidur lelap, sebenarnya mereka dipakaikan obat terlarang. Saya pikir, apakah mungkin? Setega itu kah ibunya?


Dampak dari Narkoba, tentu sudah tahu.. Begitu banyak negatif didalamnya.

  • Menghancurkan iman.
  • Menghancurkan masa depan.
  • Menghancurkan diri
  • Menghancurkan hati orangtua
  • Mati.

Pantaskah airmata orangtua terjatuh untuk kesalahan anaknya? Terbayangkah bagimana wajah orangtua saat menunggu kehadiran jenazah anaknya yang meninggal karna Narkoba? Yang meninggal karna eksekusi mati? Ayolah, bangsa Indonesia harus bangkit dari keburukan Narkoba ini!! 

Saya harap kedepannya bila menemukan orang-orang yang sedang pesta obat-obatan, segera ditembak mati. Tak perlu eksekusi. Langsung bunuh. Bila memang ini dapat membuat pengedar dan pemakai, jera. Biarkan saja Indonesia dipandang dengan negara hukum! Memang harus! Narkoba ini bukan obat penyembuh flu atau pereda demam! Narkoba adalah obat mematikan!! Mau berapa banyak lagi bangsa Indonesia yang terbunuh dengan Narkoba?!! Bebaskan diri bangsa dari ancaman Narkoba.

Mari sehatkan diri, lingkungan, dan generasi dari bahayanya Narkoba. Berhati-hatilah bila membeli minuman, permen, jajanan pasar yang kiranya menemukan kejanggalan.
Bagi orangtua, mari didik anak-anak sejak dini akan bahaya Narkoba. Agar para generasi bagsa ini tidak hanya lebih baik, namun juga bebas dari Narkoba.
Juga bagi yang telah dewasa, bersihkan pikiran, sehatkan badan, dari Narkoba. Tentu sudah tahu dampak dari Narkoba tersebut. Jauhi lingkungan dan gaya hidup yang bebas.

Indonesia tanpa Narkoba!! 


Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...