Terlalu banyak keganjalan yang ku rasa. Entah karna terlalu berlebihan, entah karna memang aku takut untuk melangkah. Sampai saat ini aku tidak berani untuk menyayangi atau bahkan mencintai seseorang. Tanpa kedua hal ku lakukan pun, sudah banyak yang memberikan kekecewaan.
Mungkin aku yang salah dalam lingkungan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.." [HR. At-Tirmidzi.]
Aku menyadari bahwa kedua hal itu amatlah sulit untuk ku temukan. Kehidupanku tidaklah luas untuk menemukannya.
Akhir-akhir ini aku memiliki syndrome. Aku sudah lebih dulu takut sebelum memulai dalam hubungan serius. Ada banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran. Apakah dia dapat ku bahagiakan dan membahagiakan ku? Apakah dia akan ku cintai dan mencintai ku? Apakah aku bisa percaya dengannya, yang mempercayaiku?
Aku memang jauh dari sikap mulia Khadijah Radhiyallahu Anha dan tidak sepadan juga bila mendapatkan sikap mulia seperti Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Namun, bolehkah aku mendapatkan lelaki yang menelaudani akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam??
Bolehkan aku, yang akan berusaha untuk taat pada-Nya, mendapatkan lelaki yang akan membimbingku ke Jannah-Nya?
Bolehkah aku menjadi salah satu perhiasan terbaik di dunia, yaitu istri sholeha?
Bolehkah aku masuk ke pintu surga manapun karna telah patuh pada suamiku?
Bolehkah aku memilih kebahagiaanku?
Sebagai perempuan, menjaga kehormatan saja tidaklah cukup hanya itu. Namun harus menjaga iman dan ke taqwaan. Bila perempuan taat pada Allah, jelas akan taat pada suami. Dan bila istri taat pada suami, sudah jelas ketaatannya pada Allah.
Taat pada Allah itu mudah. Tapi mempertahankan taat, itu yang sulit.
Sebagai perempuan, menjaga kehormatan saja tidaklah cukup hanya itu. Namun harus menjaga iman dan ke taqwaan. Bila perempuan taat pada Allah, jelas akan taat pada suami. Dan bila istri taat pada suami, sudah jelas ketaatannya pada Allah.
Taat pada Allah itu mudah. Tapi mempertahankan taat, itu yang sulit.
Ku katakan dengan kebanggaan, bahwa betapa beruntungnya wanita - wanita yang telah mendapatkan pasangan, yang sudah banyak belajar tentang agamanya. Lelaki yang berakhlak baik. Sopan dan lembut. Lelaki yang tak pernah kasar dalam bertutur kata dan perbuatan.
Lelaki yang selalu berusaha tidak mengecewakan wanitanya.
Lelaki yang ingin di kehidupan dunia dan akhirnya, bersama wanita yang dicintainya. Betapa beruntungnya wanita itu. Dan seandainya aku adalah salah satu dari wanita-wanita beruntung itu.
Aku tidak tahu apakah hati ini dapat terbuka untuk menerima seseorang. Aku sangat takut untuk mempercayai seseorang. Aku takut menerima rasa sakitnya.
Aku takut dikecewakan.
Dalam doa ku panjatkan, meminta pada sang Maha membolak balikkan hati, untuk dapat dipertemukan oleh seorang lelaki yang baik agama dan Akhlaknya.. Yang senantiasa beribadah kepada-Nya. Lelaki sholeh yang dapat ku percayakan sebagai teman hidupku. Dan menjadikan aku sebagai bidadari surganya.
Yang akan membimbingku semakin taat pada-Nya. Dan bila lelaki itu datang dengan itikad baik membina Rumah tangga untuk ibadah, ku pastikan tiap nafasku hanya untuk patuh pada suami. Dan taat pada Allah
Yang akan membimbingku semakin taat pada-Nya. Dan bila lelaki itu datang dengan itikad baik membina Rumah tangga untuk ibadah, ku pastikan tiap nafasku hanya untuk patuh pada suami. Dan taat pada Allah
Tak ingin ku berlebihan. Aku hanya ingin rumah tangga yang selalu Allah kirimkan rahmat dan karunia-Nya, untuk keluarga kami.
Sehingga aku bisa percaya bahwa kebahagiaan itu, ada.
Comments
Post a Comment