Skip to main content

Perhiasan Dunia

Terlalu banyak keganjalan yang ku rasa. Entah karna terlalu berlebihan, entah karna memang aku takut untuk melangkah. Sampai saat ini aku tidak berani untuk menyayangi atau bahkan mencintai seseorang. Tanpa kedua hal ku lakukan pun, sudah banyak yang memberikan kekecewaan.

Mungkin aku yang salah dalam lingkungan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.." [HR. At-Tirmidzi.]

Aku menyadari bahwa kedua hal itu amatlah sulit untuk ku temukan. Kehidupanku tidaklah luas untuk menemukannya.

Akhir-akhir ini aku memiliki syndrome. Aku sudah lebih dulu takut sebelum memulai dalam hubungan serius. Ada banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran. Apakah dia dapat ku bahagiakan dan membahagiakan ku? Apakah dia akan ku cintai dan mencintai ku? Apakah aku bisa percaya dengannya, yang mempercayaiku?

Aku memang jauh dari sikap mulia Khadijah Radhiyallahu Anha dan tidak sepadan juga bila mendapatkan sikap mulia seperti Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Namun, bolehkah aku mendapatkan lelaki yang menelaudani akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam??

Bolehkan aku, yang akan berusaha untuk taat pada-Nya, mendapatkan lelaki yang akan membimbingku ke Jannah-Nya?

Bolehkah aku menjadi salah satu perhiasan terbaik di dunia, yaitu istri sholeha?

Bolehkah aku masuk ke pintu surga manapun karna telah patuh pada suamiku?

Bolehkah aku memilih kebahagiaanku?

Sebagai perempuan, menjaga kehormatan saja tidaklah cukup hanya itu. Namun harus menjaga iman dan ke taqwaan. Bila perempuan taat pada Allah, jelas akan taat pada suami. Dan bila istri taat pada suami, sudah jelas ketaatannya pada Allah.
Taat pada Allah itu mudah. Tapi mempertahankan taat, itu yang sulit.

Ku katakan dengan kebanggaan, bahwa betapa beruntungnya wanita - wanita yang telah mendapatkan pasangan, yang sudah banyak belajar tentang agamanya. Lelaki yang berakhlak baik. Sopan dan lembut. Lelaki yang tak pernah kasar dalam bertutur kata dan perbuatan.
Lelaki yang selalu berusaha tidak mengecewakan wanitanya.
Lelaki yang ingin di kehidupan dunia dan akhirnya, bersama wanita yang dicintainya. Betapa beruntungnya wanita itu. Dan seandainya aku adalah salah satu dari wanita-wanita beruntung itu.

Aku tidak tahu apakah hati ini dapat terbuka untuk menerima seseorang. Aku sangat takut untuk mempercayai seseorang. Aku takut menerima rasa sakitnya.

Aku takut dikecewakan.

Dalam doa ku panjatkan, meminta pada sang Maha membolak balikkan hati, untuk dapat dipertemukan oleh seorang lelaki yang baik agama dan Akhlaknya.. Yang senantiasa beribadah kepada-Nya. Lelaki sholeh yang dapat ku percayakan sebagai teman hidupku. Dan menjadikan aku sebagai bidadari surganya.
Yang akan membimbingku semakin taat pada-Nya. Dan bila lelaki itu datang dengan itikad baik membina Rumah tangga untuk ibadah, ku pastikan tiap nafasku hanya untuk patuh pada suami. Dan taat pada Allah

Tak ingin ku berlebihan. Aku hanya ingin rumah tangga yang selalu Allah kirimkan rahmat dan karunia-Nya, untuk keluarga kami.

Sehingga aku bisa percaya bahwa kebahagiaan itu, ada.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...