Skip to main content

Taat ku pada-Nya

Mereka berkata, tidak usah seperti ini. Terlalu berlebihan. Pakai yang biasa saja. Seperti anak muda kebanyakan. Celana jeans, atasan, jilbab biasa yang dilipat ke bahu. Yang penting sudah menunaikan kewajiban sebagai perempuan, menutup aurat. Tak sekali, pun dua kali mereka selalu berkata seperti itu. Sudah sering kali.

Hati ini sakit. Tak terkira sakitnya di cemooh seperti itu.
Tau apa mereka dengan niatku berpakaian seperti ini?
Tau apa mereka atas setiap do'a yang ku panjatkan pada Sang Maha Pencipta?
Bahkan mereka tak pernah tau jawaban dari setiap cemooh itu!


Sini ku beri tau.
Gamis ini, tak hanya sebagai penutup tubuhku. Kedekatan kami tak sebatas kain dan kulit, tetapi ketaatan.
Khimar panjang ini, tak sekedar penutup rambut atau sebatas identitas bahwa aku seorang Muslim. Tapi ini ketaatan.

Aku meminta pada-Nya untuk melindungiku. Dan dengan seperti ini, yang kalian cemooh, aku terlindungi.
Aku meminta pada-Nya agar diberi kelebihan untuk menutupi kekuranganku. Dan dengan seperti ini pula, Ia lebihkan aku sebagai salah satu dari banyaknya Muslimah yang telah Ia pilih, untuk selalu taat pada-Nya.


Setiap hari iblis selalu datang kepadaku untuk menggoda. Tidak perlu seperti ini. Banyak pakaian modis. Pakai jeans lagi saja yang penting atasan menutup bagian belakang. Seperti ini seperti ibu-ibu.
Namun, ku yakinkan kembali. Ini bukan soal sebagai penutup diri atau sebagai simbol identitas muslim. Tapi ini soal TAAT.
Aku mencintai-Nya melebihi apapun. Dan aku ingin selalu bersama-Nya, seperti Allah yang selalu bersamaku.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Always Next To You

Ini terlalu gila bila diberitahukan yang sebenarnya. Cinta yang berlebihan, yang bahkan tak ada satupun yang dapat mengerti akan cinta ini. Bahkan kau, si pemeran utama dalam cinta ini tak pernah tahu apapun. Aku memendam semua bagaikan sebuah surat yang tak pernah terkirim. Memberitahukan semua padamu mu pun terasa percuma. Ini tidak akan pernah mungkin. Seperti tak akan sanggup bila bertemu denganmu. Orang yang telah lama ada dalam cinta. Dan tak akan percaya bila selama ini aku telah merasakan cinta pada orang seperti mu. Orang akan selalu mengatakan aku gila, ini semua konyol. Tak'kan ada satupun yang percaya. Aku pun sebenarnya tak pernah percaya akan sejauh ini dalamnya cinta. Tapi ini bukan rekayasa yang ku buat. Ingin meminta pada Tuhan, agar cinta ini tak hanya tersurat. Meminta kau membalas semua kekonyolan ini. Agar semua orang tak lagi menertawai aku layaknya aku seperti orang gila. Tapi apakah mungkin? Keberadaan yang jauh, hal-hal yang tak mungkin di...