Bila kita kehilangan suatu rizki, bisa jadi karna diri ini yang masih kurang beramal.
Jangan pernah berfikir "Ah kata siapa kurang amal? Saya sering beramal, tiap bulan bahkan tiap ke masjid melakukan shalat berjamaah, saya pasti isi kotak amal. Masa masih kurang?"
Hush! Beramal itu jangan pernah puas!
Zakat, sedekah atau bentuk amal lain yang kita lakukan, masih jauh kurang dari yang telah Allah berikan rizki dan nikmat-Nya pada kita.
Kita memang tidak akan pernah bisa melampaui Allah, tentu saja. Tetapi, dari melihat apa yang telah Allah berikan, baiknya jangan sampai diri ini pelit dalam beramal, merasa lebih cukup dalam beramal, apalagi sampai sombong dalam beramal.
Kiranya rizki yang sudah dinantikan tak kunjung tiba, janganlah berkecil hati. Bila bukan sekarang, mungkin nanti rizki itu datang tanpa kita sadari. Dan bila rizki itu sampai pada kita, janganlah berbesar hati, ingat bahwa setiap rizki yang Allah berikan, telah Allah titipkan rizki orang lain pada tangan kita.
Allah Maha Kaya.. Allah punya segalanya. Hal apapun termasuk rizki, pasti Allah berikan beserta manfaatnya.
Disaat kita terlahir ke dunia ini, telah Allah gariskan Hidup Mati Dan Rizki, yang tak dapat diubah.
Maka, jangan pernah merasa "bekerja" atau "pekerjaan" adalah mula nya rizki itu datang. Karna bekerja adalah "Ibadah" (Bersilaturahmi, Menambah ilmu, Mengenali jati diri, Menghilangkan malas, dan masih banyak manfaat lainnya). Sedangkan rizki adalah kuasa-Nya.
Comments
Post a Comment