Skip to main content

Rizki

Bila kita kehilangan suatu rizki, bisa jadi karna diri ini yang masih kurang beramal.
Jangan pernah berfikir "Ah kata siapa kurang amal? Saya sering beramal, tiap bulan bahkan tiap ke masjid melakukan shalat berjamaah, saya pasti isi kotak amal. Masa masih kurang?"


Hush! Beramal itu jangan pernah puas!


Zakat, sedekah atau bentuk amal lain yang kita lakukan, masih jauh kurang dari yang telah Allah berikan rizki dan nikmat-Nya pada kita. 
Kita memang tidak akan pernah bisa melampaui Allah, tentu saja. Tetapi, dari melihat apa yang telah Allah berikan, baiknya jangan sampai diri ini pelit dalam beramal, merasa lebih cukup dalam beramal, apalagi sampai sombong dalam beramal.


Kiranya rizki yang sudah dinantikan tak kunjung tiba, janganlah berkecil hati. Bila bukan sekarang, mungkin nanti rizki itu datang tanpa kita sadari. Dan bila rizki itu sampai pada kita, janganlah berbesar hati, ingat bahwa setiap rizki yang Allah berikan, telah Allah titipkan rizki orang lain pada tangan kita.

Allah Maha Kaya.. Allah punya segalanya. Hal apapun termasuk rizki, pasti Allah berikan beserta manfaatnya.
Disaat kita terlahir ke dunia ini, telah Allah gariskan Hidup Mati Dan Rizki, yang tak dapat diubah.
Maka, jangan pernah merasa "bekerja" atau "pekerjaan" adalah mula nya rizki itu datang. Karna bekerja adalah "Ibadah" (Bersilaturahmi, Menambah ilmu, Mengenali jati diri, Menghilangkan malas, dan masih banyak manfaat lainnya). Sedangkan rizki adalah kuasa-Nya.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...