Skip to main content

Keresahan

Resah.
Saat kita merasa tersakiti, baiknya dekati Allah dan intropkesi diri. Jangan selalu merasa diri ini tak ada salah.. Tak melakukan salah.
Mata, lisan, tangan, kaki, pasti bisa melakukan kesalahan.

Kiranya kita disakiti karna ucapan, pikirkan lagi seperti apa lisan kita tatkala berucap pada lawan bicara. Bukan hanya pada orang itu, tapi bisa jadi pada orang lain, orang tua, bahkan saudara dan kerabat.
Kita pasti sering berkata yang kiranya kurang baik pada orangtua. Bisa jadi ucapan orang lain yang menyakiti hati kita, itulah akibat dari ucapan kita yang kasar pada orangtua. Pun pada siapa saja.

Tatkala kita disakiti secara fisik, bisa jadi kita telah menyakiti orang lain dengan tanpa sadar. Islam memiliki aturan dalam bercanda. Tindakan kekerasan walau dengan maksud bercanda, ini sudah termasuk dilarang dalam Islam. Allah melarang menyakiti sesama manusia. Jadi, bila kita telah dipukul, ingat kembali... Mungkin tangan ini telah memukul orang lain dimasa lampau.

Saat hidup mendapat gonjangan masalah, keresahan, kesakitan, bukan karna perbuatan oranglain yang jahat. Tetapi, kita yang menyepelekan keadaan dan masih menjauhi Allah.
Bisa kita lihat orang-orang yang hanya satu tujuan hidupnya yaitu hanya ingin taat pada Allah, tak sedikitpun ia mengejar dunia melainkan dunia yang mengejarnya. Tak ada kerisauan akan makan apa hari esok, selain sesakit apa sakaratul mautnya yang selalu menjadi keresahan.

Soal berbicara memang mudah. Soal menjalani siapapun pastilah susah. Berkaca itu bisa dari mana saja. Buka kembali lembaran kesalahan. Memohonlah ampunan. Lantunkan ayat-ayat Al-Qur'an. Agar kita selalu jauh dari keresahan.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...