Resah.
Saat kita merasa tersakiti, baiknya dekati Allah dan intropkesi diri. Jangan selalu merasa diri ini tak ada salah.. Tak melakukan salah.
Mata, lisan, tangan, kaki, pasti bisa melakukan kesalahan.
Kiranya kita disakiti karna ucapan, pikirkan lagi seperti apa lisan kita tatkala berucap pada lawan bicara. Bukan hanya pada orang itu, tapi bisa jadi pada orang lain, orang tua, bahkan saudara dan kerabat.
Kita pasti sering berkata yang kiranya kurang baik pada orangtua. Bisa jadi ucapan orang lain yang menyakiti hati kita, itulah akibat dari ucapan kita yang kasar pada orangtua. Pun pada siapa saja.
Tatkala kita disakiti secara fisik, bisa jadi kita telah menyakiti orang lain dengan tanpa sadar. Islam memiliki aturan dalam bercanda. Tindakan kekerasan walau dengan maksud bercanda, ini sudah termasuk dilarang dalam Islam. Allah melarang menyakiti sesama manusia. Jadi, bila kita telah dipukul, ingat kembali... Mungkin tangan ini telah memukul orang lain dimasa lampau.
Saat hidup mendapat gonjangan masalah, keresahan, kesakitan, bukan karna perbuatan oranglain yang jahat. Tetapi, kita yang menyepelekan keadaan dan masih menjauhi Allah.
Bisa kita lihat orang-orang yang hanya satu tujuan hidupnya yaitu hanya ingin taat pada Allah, tak sedikitpun ia mengejar dunia melainkan dunia yang mengejarnya. Tak ada kerisauan akan makan apa hari esok, selain sesakit apa sakaratul mautnya yang selalu menjadi keresahan.
Soal berbicara memang mudah. Soal menjalani siapapun pastilah susah. Berkaca itu bisa dari mana saja. Buka kembali lembaran kesalahan. Memohonlah ampunan. Lantunkan ayat-ayat Al-Qur'an. Agar kita selalu jauh dari keresahan.
Comments
Post a Comment