Skip to main content

Pekerjaan

Bekerja itu tak bisa seperti yang kita inginkan..
"Ah, enaknya kerja kalau dengan cara sendiri"
Ini tidak bisa, karna setiap pekerjaan ada aturan dan tanggung jawab.
Kecuali,
Di dalam pekerjaan, membuat keterampilan sendiri.. Menambahkan sesuatu yang membangun kesenangan dan kenyamanan dalam bekerja.

Ada masa dimana pekerjaan menjadi lebih sulit dari biasanya. Pekerjaan hari ini lebih banyak dari kemarin. Atau partner kerja yang tiba-tiba Annoying tanpa sebab.

Bumbu pekerjaan tidak selalu hambar. Bila kita menikmati dan mensyukuri tiap apa yang dilakukan, Insya Allah, pekerjaan sesulit apapun selalu enak dirasa.

Sabar, teliti, dan rajin.. Kunci lancar dalam bekerja.
Kembali lagi mengingat untuk apa kita bekerja dan mencari rezki yang halal? Agar ikhlas dan terhindar dari keluhan, menuntun kita untuk senantiasa optimis dalam pekerjaan.

Bekerja bagi ku tak hanya sekedar mencari rizki di jalan Allah.
Tanggung jawab untuk membahagiakan keluarga, adalah pacuan ku untuk semangat dalam bekerja.
Menyisihkan rizki antara dunia dan akhirat. sangat dipentingkan.
Sebaik-baiknya rizki untuk dunia adalah yang digunakan sesuai kebutuhan. Tidak menghamburkan uang untuk suatu yang bukan termasuk kepentingan.
Dan sebaik-baiknya rizki untuk akhirat adalah menyisihkan sebagian rizki untuk sedekah pada anak yatim - piatu, fakir miskin, infaq masjid. Karna, sekecil apapun rizki yang didapat, sebagian rizki tersebut adalah milik orang lain.

Jangan selalu berpikir "Ah, untuk sehari-hari saja masih berhutang sana-sini"
Allah memberikan rizki dari bermacam hal.. Yaitu, dari berusaha, perantara orang memberi, dan masih banyak lainnya. Allah saja tak perhitungan dalam memberikan rizki. Apakah pantas untuk perhitungan pada Allah?

Tiap bulan, kebutuhan tak tercukupi dari gaji. Kebutuhan itu tak bisa tercukupi.. Hanya bisa "mencukupi". Namanya kebutuhan, ada saja "hal" datang tak terduga. Namun, baiknya untuk tidak memaksakan suatu hal yang kiranya tidak begitu penting.

Keberhasilan itu bukan dari apa pekerjaannya. Tetapi, apa yang dikerjakan.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...