Bekerja itu tak bisa seperti yang kita inginkan..
"Ah, enaknya kerja kalau dengan cara sendiri"
Ini tidak bisa, karna setiap pekerjaan ada aturan dan tanggung jawab.
Kecuali,
Di dalam pekerjaan, membuat keterampilan sendiri.. Menambahkan sesuatu yang membangun kesenangan dan kenyamanan dalam bekerja.
Ada masa dimana pekerjaan menjadi lebih sulit dari biasanya. Pekerjaan hari ini lebih banyak dari kemarin. Atau partner kerja yang tiba-tiba Annoying tanpa sebab.
Bumbu pekerjaan tidak selalu hambar. Bila kita menikmati dan mensyukuri tiap apa yang dilakukan, Insya Allah, pekerjaan sesulit apapun selalu enak dirasa.
Sabar, teliti, dan rajin.. Kunci lancar dalam bekerja.
Kembali lagi mengingat untuk apa kita bekerja dan mencari rezki yang halal? Agar ikhlas dan terhindar dari keluhan, menuntun kita untuk senantiasa optimis dalam pekerjaan.
Bekerja bagi ku tak hanya sekedar mencari rizki di jalan Allah.
Tanggung jawab untuk membahagiakan keluarga, adalah pacuan ku untuk semangat dalam bekerja.
Menyisihkan rizki antara dunia dan akhirat. sangat dipentingkan.
Sebaik-baiknya rizki untuk dunia adalah yang digunakan sesuai kebutuhan. Tidak menghamburkan uang untuk suatu yang bukan termasuk kepentingan.
Dan sebaik-baiknya rizki untuk akhirat adalah menyisihkan sebagian rizki untuk sedekah pada anak yatim - piatu, fakir miskin, infaq masjid. Karna, sekecil apapun rizki yang didapat, sebagian rizki tersebut adalah milik orang lain.
Jangan selalu berpikir "Ah, untuk sehari-hari saja masih berhutang sana-sini"
Allah memberikan rizki dari bermacam hal.. Yaitu, dari berusaha, perantara orang memberi, dan masih banyak lainnya. Allah saja tak perhitungan dalam memberikan rizki. Apakah pantas untuk perhitungan pada Allah?
Tiap bulan, kebutuhan tak tercukupi dari gaji. Kebutuhan itu tak bisa tercukupi.. Hanya bisa "mencukupi". Namanya kebutuhan, ada saja "hal" datang tak terduga. Namun, baiknya untuk tidak memaksakan suatu hal yang kiranya tidak begitu penting.
Keberhasilan itu bukan dari apa pekerjaannya. Tetapi, apa yang dikerjakan.
"Ah, enaknya kerja kalau dengan cara sendiri"
Ini tidak bisa, karna setiap pekerjaan ada aturan dan tanggung jawab.
Kecuali,
Di dalam pekerjaan, membuat keterampilan sendiri.. Menambahkan sesuatu yang membangun kesenangan dan kenyamanan dalam bekerja.
Ada masa dimana pekerjaan menjadi lebih sulit dari biasanya. Pekerjaan hari ini lebih banyak dari kemarin. Atau partner kerja yang tiba-tiba Annoying tanpa sebab.
Bumbu pekerjaan tidak selalu hambar. Bila kita menikmati dan mensyukuri tiap apa yang dilakukan, Insya Allah, pekerjaan sesulit apapun selalu enak dirasa.
Sabar, teliti, dan rajin.. Kunci lancar dalam bekerja.
Kembali lagi mengingat untuk apa kita bekerja dan mencari rezki yang halal? Agar ikhlas dan terhindar dari keluhan, menuntun kita untuk senantiasa optimis dalam pekerjaan.
Bekerja bagi ku tak hanya sekedar mencari rizki di jalan Allah.
Tanggung jawab untuk membahagiakan keluarga, adalah pacuan ku untuk semangat dalam bekerja.
Menyisihkan rizki antara dunia dan akhirat. sangat dipentingkan.
Sebaik-baiknya rizki untuk dunia adalah yang digunakan sesuai kebutuhan. Tidak menghamburkan uang untuk suatu yang bukan termasuk kepentingan.
Dan sebaik-baiknya rizki untuk akhirat adalah menyisihkan sebagian rizki untuk sedekah pada anak yatim - piatu, fakir miskin, infaq masjid. Karna, sekecil apapun rizki yang didapat, sebagian rizki tersebut adalah milik orang lain.
Jangan selalu berpikir "Ah, untuk sehari-hari saja masih berhutang sana-sini"
Allah memberikan rizki dari bermacam hal.. Yaitu, dari berusaha, perantara orang memberi, dan masih banyak lainnya. Allah saja tak perhitungan dalam memberikan rizki. Apakah pantas untuk perhitungan pada Allah?
Tiap bulan, kebutuhan tak tercukupi dari gaji. Kebutuhan itu tak bisa tercukupi.. Hanya bisa "mencukupi". Namanya kebutuhan, ada saja "hal" datang tak terduga. Namun, baiknya untuk tidak memaksakan suatu hal yang kiranya tidak begitu penting.
Keberhasilan itu bukan dari apa pekerjaannya. Tetapi, apa yang dikerjakan.
Comments
Post a Comment