Skip to main content

Silence is Gold

Setiap kali membaca sebuah artikel, yang paling diminati adalah komentator.
Bagaimana mereka melihat, menilai, dan mengomentari.

Ada yang dengan bijak, "Semoga masalahmu segera terselesaikan."
Ada yang tidak begitu menarik perhatian baginya, tapi dikomen "Ga mau ngurusin berita ga penting gini!"
Ada yang langsung beranggapan buruk "Ketauan kan loe bejatnya!"
Ada yang sering bilang "Ah nyapein ngurusin yang kayak begini mah" Tapi dia nya ngurusin hidup orang dengan menjelekkan object tersebut.

Ish.. ish... ish... Sebenarnya yang menjalani masalah si peran utama, atau si komentator? 

Kehidupan media sosial itu tidak benar-benar 100% bisa dipercaya. Jadi, untuk apa mengurusi hal-hal seperti gosip? Atau berita yang masih belum terbukti kebenarannya.

Baca berita pembunuhan, komennya "Yang ngebunuh manusia terkutuk! Tinggalnya di neraka paling bawah!!"
Aduh paaaaak... Hati-hati dalam berbicara.. Nanti kutukannya malah kena ke situ!
Baca artikel gosip tentang perceraian, komennya "Ah itu mah ceweknya aja yang doyan ganti-ganti"
Astaghfirullah... Kayak situ paling tau aja permasalahan rumah tangga orang!

Sebenarnya dunia medsos, tak jauh berbeda dalam lingkungan nyata sehari-hari.

Tapi yang namanya men-judge, ini sama dengan mulut bersilet. Tajamnya ga perlu diasah!
Padahal ini jelas tidak baik.

Kalau kita tidak benar-benar tahu permasalahan orang, jangan mudah menyimpulkan. Allah swt, tidak suka dengan orang yang suka menduga-duga. 
Kalau ada sahabat, atau kerabat dekat sedang ada masalah, cekcok hingga kita ketahui, jangan langsung mengira bahwa permasalahan orang tersebut itu karena adanya Sebab dan Akibat.

Baru saja kemarin mendapati seorang Bapak dengan Istrinya, dikereta, berbicara frontal mengenai salah satu anggota keluarganya.
"Si Hayati (nama samaran) sakit bilangnya 'ini musibah' padahal itu akibat dari kikirnya! Sakit kanker, berbobat pake BPJS! Padahal uang miliyaran, masa pake BPJS! Saking takutnya kekurangan uang! Padahal dia sakit akibat kikir sama sodara sendiri! Rasain tuh penyakit"

Saya mengeluh kenapa bisa berdiri disamping dia. Bikin kuping sakit denger suara kencengnya. Apa ga malu ya? 

Membuka aib orang, sama dengan membuka aib diri sendiri.
Menjelek-jelekan orang, sama dengan menjelekkan diri sendiri.
Memfitnah orang, sama dengan membunuh orang tersebut.

Bersilat lidah paling bahaya! Bagi yang tidak terbiasa bercanda, ada omongan yang mengena dihati, bisa jadi dendam. Malah bisa jadi gelap mata, PEMBUNUHAN. Godaan Syaitonnirojim ini, kalo ga kuat iman, yasudah... bisa tebas kepala tanpa takbir #ngakak (Emangnya Qurban?)

Ada cerita beberapa bulan lalu, seorang anak menanyakan "kenapa tidak ada lauk?" saat dia mau makan. Kedengerannya sih pertanyaan sepele. Tapi siapa sangka yang sepele itu bisa membuat sang ibu buta kasih sayang, dalam hitungan detik, parang babat habis nyawa sang anak. Errrggghhh!!

Hati-hati dalam berbicara ini penting sekali. 
Dengan bertutur kata yang baik, dapat dilihat sebagai orang yang paham Attitude. 
Dapat mencerminkan diri, adalah orang baik.
Tidak berbicara sembarangan, apalagi bercanda kelewatan, akan mencegah perkataan buruk dari orang lain. Bisa menghindari penyakit hati, juga. 

Ini pertanyaan saya, "Apakah dengan menjudge, sama dengan mendoakan hal buruk kepada orang tersebut?"
Katanya kalau anak nakal, itu karena ibunya sering bilang "Dasar anak nakal!!"

Kalau kita tidak suka pada suatu hal, atau suatu kaum, yaa lebih baik disimpan dalam hati. Ada baiknya lagi, kalau dicaci maki, cukup disimpan dalam hati.
Ini menguntungkan. Karna saya mengalaminya.

Ketika ada orang mengatakan hal buruk, ini dapat membangun perubahan baik. Siapa tahu, yang dikatakan orang lain itu ada benarnya. 
1. Sabar.
2. Tak ada salahnya untuk memperbaiki sifat diri yang dicela. Kalau memang buruk, yaa ubah.
3. Tidak membalas mencela sama dengan menyelamatkan mulut dari ucapan kotor.
4. Ikhlaskan. Karna biarkan Allah yang membalas atas perkataannya.
5. Berdoa. Supaya yang mencela segera disadarkan dan tidak sampai mendapat hukumannya.

Dengan tidak ikut membalas atau mengikuti celaan orang lain, ini melatih diri untuk tidak suka mencela suatu hal apapun. Jadi jauh dari penyakit hati. Jadi dapat pemikiran yang positif. Jadi lebih sehat. Insya Allah jadi lebih kuat imannya. 

"A negative mind will never give you a positive life" 
By: Anis mom's

"Silence is Gold"
By: Putri

Comments

  1. titanium arts
    TATONIC ART CUSTOMING หารายได้เสริม · TATONIC ROCKING T-TATONIC ROCKING ventureberg.com/ T-TATONIC ROCKING ford escape titanium T-TATONIC. This unique and original design is crafted with the 바카라사이트 use of sustainable

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...