Aku masih membayangkan kau hadir dalam hari ku.
Tapi betapa jahatnya aku, bayangan itu ku buat saat aku terpuruk.
Seakan aku membutuhkanmu, disaat kesusahan saja.
Sebenarnya tidak..
Aku merindukanmu setiap waktu.
Bukan pada masa ini.. Sudah sedari dulu.
Ku gambar wajahmu begitu jelas dalam bayangan.
Seakan kau menemaniku yang sedang berdiri diatas getir.
Kepalan tangan ini, bukan emosi yang keluar.. Aku sedang menggenggam tanganmu.
Bayangan itu..
Kau menahan ku dalam keluhan.. Kau larang aku untuk mengeluh.
Menggerakkan kaki ku masih dapat berjalan, jangan gunakan kaki yang ketiga dan keempat.
Bahkan mulut ku, kau kunci agar tidak bersuara "Tolong aku"
Dulu, kau ajarkan agar aku tak berharap pada orang lain.
Sejak dulu kau ajarkan aku untuk berusaha sendiri, selagi aku mampu.
Ya.. Mampu berdiri dengan kedua kaki yang masih bisa digunakan.
Kini, aku terbiasa, tak berani mengandalkan orang lain.
"Tidak perlu menjadi pintar, tapi terus lah belajar banyak hal. Jangan meminta tolong, bila masih mampu melakukan sendiri. Jangan mengeluh pada orang lain, hanya karna ingin dikasihani. Jangan menjadi orang besar kepala, jadilah si perendah hati. Jangan berbohong, dan jangan menghilangkan kepercayaan orang"
Ketegaran yang ku perlihatkan, semata-mata hanya ingin kau bangga terhadapku.
Akulah kebanggaan mu. Walaupun itu tak pernah sekalipun kau ucap.
Hidup yang ku perjuangkan, agar kalian bangga memiliki ku.
Dalam sunyi, aku menengok arah kanan.
Kau tepat disampingku.
Tapi aku tak dapat merendahkan tubuhku untuk bersandar pada bahumu.
Ini tak dapat ku jangkau.
Aku berbicara seakan membalas ucapanmu.
Membuat cerita dalam khayalan, begitu ramainya sekeliling ku.
Berjalan, kau membuat candaan. Hingga hati ini terasa damai dan sejuk.
Saat tersadar.. Aku sendirian.
Namun saat berada dikeramaian yang nyata, justru disitulah kesepian yang sebenarnya.
Diamnya aku, bukan karna tak ingin berbicara.
Tak'kan ada yang memahami.
Dengan membuat bayangan, apa aku terlihat tidak mengikhlaskan kepergianmu?
Yang kau lakukan, bahkan sudah samar dalam ingatanku..
Aku sudah lupa bagaimana cara bicara mu.
Adanya bayangan mu, karna aku sangat butuh sosok mu.
Comments
Post a Comment