Menjadi mandiri, sangat tidak mudah.
Menolak keinginan hati untuk tidak meminta bantuan, sangat tidak mudah.
Hidup itu tidak bisa sendiri. Sakit saja, harus ada yang merawat. Walaupun diliang kubur nanti, tak ada satupun yang bisa menemani.
Hidup itu indah bila disyukuri. Namun saat menghadapi masalah, semua terasa begitu buruk, termasuk hidup. Keindahan sebelumnya seakan musnah
Apa yang terjadi padaku sekarang pun, tak mudah bisa sampai disini. Pahit getir hingga tak kuat melangkah, adalah awal dari hidupku.
Semua orang berjuang dalam hidupnya untuk kelayakan hidup. Tapi aku, berjuang untuk kuat dengan kehidupan.
Waktu pun memperlihatkan bagaimana diriku sebenarnya. Saat aku merasa, lebih bijak, lebih dewasa, dan lebih mandiri, aku seakan tak percaya.
Ibu ku tak pernah mengajarkan apa itu bijaksana, dewasa, maupun mandiri. Tapi darinyalah, ketiga sifat itu lahir dalam diriku.
Aku hanyalah seorang anak, kakak, dan adik, namun kini bertambah menjadi seorang tulang punggung keluarga, dan pengatur rumah.
Lelah dengan pekerjaan, ditambah lelah dengan rumah, membuatku membutuhkan "me time" dan aku selalu down tak kunjung puas mendapatkannya.
Me time yang ku inginkan, tak ada pekerjaan, dan tak ada masalah dirumah. Menghabiskan waktu untuk diriku sendiri. Membuat kenyamanan untuk hidupku.
Me time yang ku jalankan bukan dengan berfoya dengan hal yang merugikan. Hanya sesuatu yang membuat tidak memikirkan tentang dua hal yang melelahkanku
Namun aku tetap tidak bisa menghindari pekerjaan dan rumah. Kedua hal itu tak akan kunjung usai.
Me time? NONSENSE....
Terkadang, aku kesal dengan tidak didapatkannya "me time".
Mungkin sebenarnya kesalahan ada pada diriku.
Dari semua kesibukan dan kepenatan, waktu untuk merileksasikan diri dibuang, hingga yang tersisa hanyalah kelelahan yang dirasa.
Sepertinya harus merubah pola kebiasaan pulang kerja langsung kerumah, kini harus diganti dengan, pulang kerja mampir ke toko buku, baca apapun sepuasnya, atau sekedar menyenangkan tenggorokan dengan segelas Cappuchino Ice dengan lantunan klasik yang dapat membangunkan inspirasi.
Great idea. Must try it. Hahaa.
Sekarang aku mulai menikmati hidupku. Bila memang aku harus menjadi tulang punggung, aku akan berusaha untuk membahagiakan keluargaku.
Aku sadar, semua lelahku mungkin karna tidak ada keihklasan. Sehingga aku merasa, bahwa hidup ini tidak adil.
Kini aku dapat menyikapi, bahwa menjadi mandiri banyak keuntungan yang didapat. Tidak mengandalkan orang lain, itu jauh lebih baik.
Berusaha menjalani hidup dengan mandiri, dapat mengetahui kemampuan diri, yang kadang tak terduga datangnya.
Kemandirian, dapat mengeluarkan sikap bijaksana dan menambah pemikiran yang dewasa. Dan bila itu sudah tertanam, maka bersyukur terus menemani.
Selama bisa mengandalkan diri sendiri, itu lebih baik daripada bergantung pada orang lain. Karna tak semua orang dapat benar-benar memahami.
Comments
Post a Comment