Skip to main content

Mandiri with Me Time

Menjadi mandiri, sangat tidak mudah. 
Menolak keinginan hati untuk tidak meminta bantuan, sangat tidak mudah.

Hidup itu tidak bisa sendiri. Sakit saja, harus ada yang merawat. Walaupun diliang kubur nanti, tak ada satupun yang bisa menemani.
Hidup itu indah bila disyukuri. Namun saat menghadapi masalah, semua terasa begitu buruk, termasuk hidup. Keindahan sebelumnya seakan musnah

Apa yang terjadi padaku sekarang pun, tak mudah bisa sampai disini. Pahit getir hingga tak kuat melangkah, adalah awal dari hidupku.
Semua orang berjuang dalam hidupnya untuk kelayakan hidup. Tapi aku, berjuang untuk kuat dengan kehidupan.

Waktu pun memperlihatkan bagaimana diriku sebenarnya. Saat aku merasa, lebih bijak, lebih dewasa, dan lebih mandiri, aku seakan tak percaya.
Ibu ku tak pernah mengajarkan apa itu bijaksana, dewasa, maupun mandiri. Tapi darinyalah, ketiga sifat itu lahir dalam diriku.
Aku hanyalah seorang anak, kakak, dan adik, namun kini bertambah menjadi seorang tulang punggung keluarga, dan pengatur rumah.

Lelah dengan pekerjaan, ditambah lelah dengan rumah, membuatku membutuhkan "me time" dan aku selalu down tak kunjung puas mendapatkannya.
Me time yang ku inginkan, tak ada pekerjaan, dan tak ada masalah dirumah. Menghabiskan waktu untuk diriku sendiri. Membuat kenyamanan untuk hidupku.
Me time yang ku jalankan bukan dengan berfoya dengan hal yang merugikan. Hanya sesuatu yang membuat tidak memikirkan tentang dua hal yang melelahkanku
Namun aku tetap tidak bisa menghindari pekerjaan dan rumah. Kedua hal itu tak akan kunjung usai. 

Me time? NONSENSE....

Terkadang, aku kesal dengan tidak didapatkannya "me time".
Mungkin sebenarnya kesalahan ada pada diriku. 
Dari semua kesibukan dan kepenatan, waktu untuk merileksasikan diri dibuang, hingga yang tersisa hanyalah kelelahan yang dirasa.
Sepertinya harus merubah pola kebiasaan pulang kerja langsung kerumah, kini harus diganti dengan, pulang kerja mampir ke toko buku, baca apapun sepuasnya, atau sekedar menyenangkan tenggorokan dengan segelas Cappuchino Ice dengan lantunan klasik yang dapat membangunkan inspirasi.

Great idea. Must try it. Hahaa.

Sekarang aku mulai menikmati hidupku. Bila memang aku harus menjadi tulang punggung, aku akan berusaha untuk membahagiakan keluargaku.
Aku sadar, semua lelahku mungkin karna tidak ada keihklasan. Sehingga aku merasa, bahwa hidup ini tidak adil.
Kini aku dapat menyikapi, bahwa menjadi mandiri banyak keuntungan yang didapat. Tidak mengandalkan orang lain, itu jauh lebih baik.
Berusaha menjalani hidup dengan mandiri, dapat mengetahui kemampuan diri, yang kadang tak terduga datangnya.

Kemandirian, dapat mengeluarkan sikap bijaksana dan menambah pemikiran yang dewasa. Dan bila itu sudah tertanam, maka bersyukur terus menemani.
Selama bisa mengandalkan diri sendiri, itu lebih baik daripada bergantung pada orang lain. Karna tak semua orang dapat benar-benar memahami.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...