Salah satu takdir yang tak dapat di hindar, maupun di perlambat, adalah Maut.
Saat ajal datang, siapa yang dapat menghindar?
Bahkan malaikat Izrail pun, tak dapat menunggu walau hanya sedetik.
Tapi kematian bisa di percepat; Bunuh diri.
Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Justru adalah awal dari jalan kehidupan yang sesungguhnya.
Lalu dunia? Percobaan.
Dunia adalah Percobaan. Yang miskin, percobaan. Yang kaya, percobaan. Yang beriman, percobaan. Yang kafir, juga percobaan
Usia adalah kontrak. Bila kontraknya sudah selesai, maka berakhir sudah hidupnya. Begitu?
Yang benar, syarat mati tak harus tua.
Semua atas izin Allah.
Jauh sebelum manusia menghirup udara dunia, takdir hidup, dan takdir kematian, sudah ditulis oleh pena dalam Lauh Mahfuzh. Tak dapat diingkar, saat dewasa dan telah memahami makna hidup, harus menghadapi dua hal. Kehidupan, dan kematian.
Selama deru jantung masih berdetak, maka mintalah pada-Nya untuk dibukakan pintu maaf dari segala dosa, dan terus melakukan kebajikan dengan waktu yang masih berjalan.
Katanya, orang yang akan menghadapi kematian, akan mengalami hal-hal seperti pemberitahuan waktunya di dunia akan usai. Cukup meminta, apa yang selama ini dikerjakan di dunia, mendapat Ridha dari-Nya.
Kehidupan ini beragam. Kematian, lebih banyak ragamnya. (Tak perlu disebutkan semua ya)
Ada yang meninggal dengan husnul khotimah. Ini yang paling di idamkan.
Teringat sebuah ayat 102 dalam surat Ali Imran;
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."
Maha Suci Allah..
Ada yang meninggal dengan maksud, lebih cepat lebih baik. Saat hidup tergoncang oleh masalah, pemikiran memang mudah menuju pada gali lubang kubur sendiri. Sudah tak sanggup dengan siksaan, katanya!
Bunuh diri adalah jalan pintas untuk penyelesaian masalah dunia.
Heeeeeiii... Itu adalah jalan tercepat menuju Jahannam.
Naudzubillahi mindzalik...
Dunia tidak pernah meninggalkan manusia. Justru sebaliknya.
Jadi, jangan mengharapkan dunia akan ikut serta dalam kematian.
Dunia bisa berakhir, seperti manusia.
Jadi, jangan berpikir dunia ini akan abadi.
Perbanyak Istighfar, agar dosa dapat diampuni.
Perlindungan yang paling tepat, hanya pada Allah..
Cukup berlindung pada-Nya, dari segala kemungkaran.
Jangan pernah mengarapkan hidup enak..
Berharaplah terlepas dari kesakitan sakaratul maut, dan terlepas dari siksaan kubur..
Karna bisa terlepas dari dua hal tersebut, langkah selanjutnya adalah menuju Jannah..
Comments
Post a Comment