Skip to main content

Wanita

Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
Dari Hadits tersebut, menggambarkan bahwa begitu indahnya ciptaan Allah SWT, yaitu wanita. Bahkan Rosulullah SAW sangat memuliakan wanita.

Tapi, bila melihat sekeliling wanita saat ini, zaman ini, sungguh... keindahan dan kemuliaan dirinya sebagai wanita, tak lagi ada.

Dunia hiburan, seakan mengharuskan tiap wanita untuk memperlihatkan lekuk tubuhnya. Perutnya yang langsing. Dengan belahan payudara yang menonjol, juga bagian paha, yang saya lihat mereka sedang berkeliaran menggunakan celana dalam.

Naudzubillahimindzalik..

Bila musim panas tiba, pakaian wanita seakan memakai bikini, pakaian yang sangat minim tak lagi dibuat heran bisa berlalu lalang ditengah ramai kota. Cuaca panas! Lelaki melihat wanita dengan pakaian minim pun, ikut panas!! 

Naudzubillahimindzalik..

Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya : Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakain tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 tahun).” (HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421)

Apa yang saya lihat sekarang ini, seperti contoh yang akan ada di Neraka nanti.. Wanita yang mengenakan pakaian, tapi seakan telanjang, yaitu wanita yang tidak menutup aurat mereka. Wanita yang berkepala seperti punuk unta, adalah wanita yang berhijab, namun dibagian kepala mereka ada tatanan rambut yang besar, untuk terlihat lebih bagus saat mengenakan hijab. Read this.




Nenek berkata, Rambut adalah mahkota wanita. Dan kehormatan adalah harta wanita. Kedua hal tersebut paling mudah membuat lelaki tergoda.

Aku pernah bertanya-tanya, mengapa lelaki begitu jahat memperkosa wanita, yang tak bersalah? Namun, tatakala aku melihat apa yang dikenakan oleh banyak wanita pakai, aku tersadar. Pantas laki-laki akan tergoda. Karna, tanpa sengaja (atau memang dengan sengaja), wanita telah menggoda lelaki dengan cara berpakaiannya, cara berjalannya, dan cara berbicaranya.

Akhirnya, ku tutup aurat ku untuk menjaga diriku dari pandangan buruk laki-laki. Ku tutup aurat ku untuk hanya suami saja yang melihatnya. Ku tutup aurat ku untuk taat kepada Allah swt. Ku tutup aurat ku untuk menjadikan diriku lebih baik lagi.

Tak jarang aku kecewa dengan perilaku wanita sekarang, yang semakin tidak mendekati Allah. Tidak mematuhi perintah-Nya. Yang dengan mudah memberikan kehormatan secara cuma-cuma, dengan terbuai kata "Cinta".

Aku pernah membahas tentang seperti apa wanita di zaman dahulu. Wanita yang dipaksa menjadi budak pelacuran. Wanita sebagai istri yang dijual oleh suaminya. Wanita sebagai anak yang diperjual belikan oleh ayahnya. Dan masih banyak lagi wanita yang teraniaya secara paksa.

Namun bila melihat sekarang? Tak perlu orangtua yang menjual, ia telah menjual dirinya sendiri. Tak perlu menjadi budak, dengan mudah ia bersetubuh dengan banyak lelaki. Dan tak perlu suami menjualnya, sudah banyak istri yang berselingkuh karna kurangnya perhatian suami.

Semua masalah di dunia ini, apapun bisa diselesaikan. Bila jalannya adalah kepada Allah. Dan andai saja wanita saat ini juga menggunakan jalannya menuju Jannah, sungguh, neraka tak akan banyak dihuni oleh kaum wanita.

Ketentuan memang milik Allah. Segala yang terjadi, hal baik - hal buruk, adalah kuasa-Nya dalam menghendaki. Tetapi, wanita memiliki kebebasan dalam merubah diri menjadi sholihah.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Always Next To You

Ini terlalu gila bila diberitahukan yang sebenarnya. Cinta yang berlebihan, yang bahkan tak ada satupun yang dapat mengerti akan cinta ini. Bahkan kau, si pemeran utama dalam cinta ini tak pernah tahu apapun. Aku memendam semua bagaikan sebuah surat yang tak pernah terkirim. Memberitahukan semua padamu mu pun terasa percuma. Ini tidak akan pernah mungkin. Seperti tak akan sanggup bila bertemu denganmu. Orang yang telah lama ada dalam cinta. Dan tak akan percaya bila selama ini aku telah merasakan cinta pada orang seperti mu. Orang akan selalu mengatakan aku gila, ini semua konyol. Tak'kan ada satupun yang percaya. Aku pun sebenarnya tak pernah percaya akan sejauh ini dalamnya cinta. Tapi ini bukan rekayasa yang ku buat. Ingin meminta pada Tuhan, agar cinta ini tak hanya tersurat. Meminta kau membalas semua kekonyolan ini. Agar semua orang tak lagi menertawai aku layaknya aku seperti orang gila. Tapi apakah mungkin? Keberadaan yang jauh, hal-hal yang tak mungkin di...