Bismillah..
Siang ini mendapat kabar tidak baik. Yaitu sedang banyak orang-orang di sosial media yang tengah beradu mulut, saling mengatai, menuding, dan berdoa yang buruk.
Memang benar perkataan malaikat saat Allah swt akan menciptakan manusia di bumi, yang adalah hanya akan membuat pertengkaran dan pertumpahan darah. Semua ini pun telah terjadi.
Namun, tak dapat dipungkiri pula kebenaran dari perkataan Allah, bahwa sesungguhnya tiada yang lebih tahu selain Allah, apa-apa yang terjadi dan akan terjadi di bumi.
Dalam doa saya berkata "Ya Allah, seandainya saja semua manusia di bumi ini patuh dan taat kepada-Mu, alangkah indahnya bila semua manusia menciptakan persaudaraan tanpa ada perselisihan dan pertumpahan darah."
Namun kembali lagi... Allah Maha Mengetahui.
Sering kali tiap melihat banyaknya musibah dan bencana, hatiku teriris.. "Ya Allah... haruskah mereka yang tak berdosa menerima perlakuan seperti itu?"
Saat melihat orang yang saling melukai, membunuh, dan memfitnah dengan kesadaran mereka, "Ya Allah.. Betapa kasihannya mereka yang Engkau cela perbuatannya"
Dan aku pun hanya mempercayai bahwa Allah lebih mengetahui apa-apa yang terjadi.
Yang terbaru ini adalah perbedaan pendapat dari berbagai agama. Entah siapa yang memulai perkara, namun ini telah menjadi perbincangan yang telah membuat orang mengotori mulutnya sendiri.
Dari sini saya pun berkaca. Dulu saya pernah seperti mereka. Demi membela agama saya; Islam. Orang-orang yang non Islam saya pandang buruk. Karna yang telah saya pahami, tiada Tuhan selain Allah. Tiada agama yang Allah benarkan, selain Islam.
Maka tiap ada perdebatan, saya ikut. Untuk membela agama saya.
Ternyata ini salah. Tidak membuahkan hasil yang lebih baik. Justru saya merasa, diri ini yang tidak begitu banyak ilmu, kenapa dengan lancang menilai buruk suatu kaum yang tidak dengan benar saya ketahui ajarannya? Ini sama saja menyakiti orang tidak melakukan kesalahan.
Akhirnya saya kembali belajar lebih banyak lagi dengan Islam. Mempelajari lebih banyak mengenai sejarah Nabi Muhammad Saw. Karna, bila ingin benar-benar mengenal Islam, dengan mencari ilmu di sejarah Rosulullah, adalah buku yang tepat. Dimana Islam, adalah agama yang Allah terima dan perintahkan pada Rosulullah beserta umat-Nya.
Dari beberapa buku sejarah mengenai Rosulullah dan para sahabat, tak sedikit airmata yang terjatuh.
"Ya Allah, betapa berat sekali cobaan yang dihadapi Rosulullah saat itu? Betapa banyak sekali darah yang Rosulullah korbankan, demi membela agama-Mu? Ya Allah, tak hanya darah, keluarga, harta, dan nyawa, banyak sekali yang telah dikorbankan oleh Rosulullah beserta para sahabat, demi menegakkan kebenaran, tiada Tuhan selain Engkau, Ya Allah...."
Hati ini begitu tersayat membayangkan bila berada pada zaman Rosulullah Muhammad Saw. Betapa mereka semua pada saat itu telah diberikan banyak sekali cobaan dan rintangan. Dan mereka ikhlas melakukannya, hanya untuk Allah, sang pencipta.
Dengan saya belajar kisah mengenai Rosulullah Muhammad saw, beserta para sahabat, saya pun dengan bangga berkata;
"Ya Allah, Engkau pencipta langit, bumi beserta isinya. Engkau yang menciptakan ku sehingga aku berada disini, untuk mencari amal, ilmu, dan taat kepada-Mu. Dengan bangga diri ini mengucapkan, Allah, Tuhan ku. Islam, agama ku. Muhammad saw, Rosul ku. Dan Alqur'an, kitab ku. Alhamdulillah.. terima kasih Ya Allah, aku telah ditempatkan dalam jalan-Mu. Kuatkan hati dan iman ini untuk terus mempertahankan istiqomah dijalan-Mu. Demi mendapatkan Ridha-Mu. Biarkan aku mati dengan Islam."
Tak henti saat itu rasa syukur ku ucap. Dari sekian banyak manusia di bumi, aku termasuk yang menetapkan Islam sebagai pedoman hidup. Bukan karna kedua orangtua ku yang Islam, melainkan aku yang telah memilih Islam, untuk hidupku.
Saya berharap diluar sana, mereka yang muslim, memilih Islam bukan karna turunan dari orangtua yang juga Islam. Tapi dengan ilmu, dan keyakinan dalam hati, mereka menetapkan Islam pada pilihan yang benar. Amin.
Mengenai Islam, agama yang sering tersakiti, namun perilaku muslimnya masih buruk, tidaklah pantasnya orang itu berpikir buruk terlebih dahulu. Sosial media, tak selalu berkata benar. Maksudnya, siapa tahu pengguna sosmed tersebut, bukan pemilik aslinya. Karna miliyaran orang menggunakan sosmed.
Muslim tidak sedikit yang buruk. Tapi bagaimana dengan agama lain? Bukankah sama saja?
Manusia ciptaan yang sempurna. Mempunyai akal, perasaan, dan hawa nafsu. Bisa membuat salah kapanpun.
Jadi, apa yang terjadi saat ini adalah dari orang-orang yang kurang berilmu. Sangat disayangkan. Karna apabila mereka paham, tentu mereka menyesali perbuatannya itu.
Memang sudah sejak zaman Rosulullah, Islam sudah banyak ditindas. Kaum muslim yang benar dan tidak salah, dihukum. Islam dianggap membawa kehancuran. Tanpa tahu lebih jelas, bahwa tidak satu kalipun Allah maupun Rosulullah menyuruh tiap manusia saling menyakiti dan berselisih paham.
Satu hal yang saya pelajari. Dulu, saat Islam muncul, kemunculannya dengan cara tertutup. Dan akan hilang dengan cara yang tertutup juga. Yang maksudnya adalah, semakin banyak umat muslim yang gugur. Maka disitulah tanda hari akhir telah tiba. Mengenai hari akhir ini, saya pernah melihat disuatu tausiyah, bahwa yang merasakan kiamat, adalah orang-orang yang musyrik. Maka, telah selamat umat muslim sholeh sholeha, yang meninggal sebelum kiamat datang. Dan semoga muslim lainnya tidak melihat maupun merasakan, kiamat. Amin.
Kali ini saya menyerah membela Islam dalam perdebatan. Malah berdampak kerugian. Lebih baik saya simpan segala ilmu dan kepahaman ini. Bila ada yang bertanya, maka saya akan menjawab dengan ilmu yang saya pahamkan.
Dengan Islam, saya ingin menjadi muslimah yang dipandang baik oleh Allah. Saya ingin menjadi seorang perempuan yang dengan kodratnya. Allah Maha Mengetahui atas segala suatu. Biarlah hanya Allah saja yang menghendaki, karna tak ada satupun yang bisa mengalahkan ketentuan Allah. Bersabar, dan terus berada pada jalan yang benar, Islam. Agar Allah Ridha. Karna sebaik-baiknya tempat adalah Surga. Maka, berlombalah untuk bisa mendapatkan tempat disana. Kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikutimu. Seperti Doa Abu Bakar Assidiq; Ya Allah, jadikanlah dunia hanya ada digenggamanku. Jangan jadikan dunia dihatiku.

Comments
Post a Comment