Aku dapat berbohong pada dunia,
Aku tak merindukanmu.
Aku tak menginginkan kehadiranmu.
Dan aku tak membutuhkanmu untuk menolongku.
Berusaha sepenuh hati untuk tetap memperjuangkan hidupku tanpa bantuan dari siapapun bahkan darimu. Hingga darah pun telah terkorbankan, aku tetap dengan pendirianku tak ingin mengeluh dan meminta bantuanmu.
Kesulitan dalam hidupku tak perlu digambarkan, kau telah melihatnya secara langsung. Mungkinkah kau juga merasakan kelelahanku?
Dari banyaknya orang yang ku jumpai, mereka berkata,
"Dad, You are the best gift from God to me"
Bisakah aku juga mengatakan hal itu?
Ku pendam semua rasa rindu.
Tak ingin menyakiti hati ibuku, tak ingin membuat adikku menangis.
Semua perasaan bercampur ini tak kubiarkan satu orang pun mengetahuinya.
Namun sesak ini semakin terasa.
Allah telah memisahkan kami denganmu..
Sehingga aku tak dapat menyalahkan siapapun.
Hari ini ku ucapkan,
Pah, Putri masih menjadi seorang anak yang tidak tegar.
Setiap hari melawan rasa lelah, namun berakhir dengan kelelahan hidup.
Benarkah tidak ada kebahagiaanku sebagai anak?
Tadi malam aku memimpikan Dia, pah.
Dia menangis dan meminta maaf padaku.
Aku tidak bisa.. Dan membiarkan Dia tersiksa atas segala kesalahannya.
Pah, walaupun sangat singkat waktu yang kita lalui, tapi kepedulianmu terhadapku dulu, masih ku kenang.
Dengan bangga aku memanggilmu "papah".
Semua kenakalanku, kau bimbing aku dengan kelembutan.
Terimakasih.
Kau yang terbaik dari-Nya yang kumiliki dalam hidup ini.
Aku tak merindukanmu.
Aku tak menginginkan kehadiranmu.
Dan aku tak membutuhkanmu untuk menolongku.
Berusaha sepenuh hati untuk tetap memperjuangkan hidupku tanpa bantuan dari siapapun bahkan darimu. Hingga darah pun telah terkorbankan, aku tetap dengan pendirianku tak ingin mengeluh dan meminta bantuanmu.
Kesulitan dalam hidupku tak perlu digambarkan, kau telah melihatnya secara langsung. Mungkinkah kau juga merasakan kelelahanku?
Dari banyaknya orang yang ku jumpai, mereka berkata,
"Dad, You are the best gift from God to me"
Bisakah aku juga mengatakan hal itu?
Ku pendam semua rasa rindu.
Tak ingin menyakiti hati ibuku, tak ingin membuat adikku menangis.
Semua perasaan bercampur ini tak kubiarkan satu orang pun mengetahuinya.
Namun sesak ini semakin terasa.
Allah telah memisahkan kami denganmu..
Sehingga aku tak dapat menyalahkan siapapun.
Hari ini ku ucapkan,
Pah, Putri masih menjadi seorang anak yang tidak tegar.
Setiap hari melawan rasa lelah, namun berakhir dengan kelelahan hidup.
Benarkah tidak ada kebahagiaanku sebagai anak?
Tadi malam aku memimpikan Dia, pah.
Dia menangis dan meminta maaf padaku.
Aku tidak bisa.. Dan membiarkan Dia tersiksa atas segala kesalahannya.
Pah, walaupun sangat singkat waktu yang kita lalui, tapi kepedulianmu terhadapku dulu, masih ku kenang.
Dengan bangga aku memanggilmu "papah".
Semua kenakalanku, kau bimbing aku dengan kelembutan.
Terimakasih.
Kau yang terbaik dari-Nya yang kumiliki dalam hidup ini.
Comments
Post a Comment