Skip to main content

Pencarian

Dulu aku sempat berpikir ingin mendapatkan pasangan yang mapan. Dalam artian, penghasilan mencukupi kebutuhan anak yang paling utama.
Biaya sekolah mahal. Sembako mahal. Semua yang bersangkutan dengan uang, mahal. Jadi berpikir harus dapat yang mapan. Kasian nanti makannya anak bisa kesulitan.

Tapi aku berpikir ulang, bila bersatu karna uang, kebutuhan, dan kecukupan, semua itu tak akan selesai. Uang dapat mengubah mata dan hati tiap manusia. Kebutuhan sampai kapanpun tak akan bisa tercukupi, butuh ini butuh itu. Selalu ada kebutuhan lagi dan lagi. Tak selesai kan?

Akupun mengubah semua pandanganku tentang pencarian mapan.
Aku jadi terpikirkan, pasti so sweet makan sepiring berdua walau hanya dengan mie atau telur.
Aku tak mau terima enak dari suami. Aku ingin kami sama-sama berjuang dalam keluarga baru kami.
Aku ingin menghormatinya dan menghargainya sebagai imam, dan pemimpin keluarga kami, atas segala kerja kerasnya.
Karna aku juga ingin dihormati dan hargai sebagai istri yang taat dan setia.

Ketika datang waktunya sholat, kami sholat berjamaah. Dia mengajarkanku mengaji. memberikanku ilmu atas agama kami, sehingga kami tak lepas dari iman kami.
Tak mau lagi memikirkan bagaimana kebutuhan.

Dengan bismillah, untuk ibadah kepada Allah karna ingin ridha-Nya atas ketaatan kami, aku hanya ingin hidup dengannya yang tak hanya didunia, tapi juga dalam surga Allah, kami tetap dipersatukan.

Amin Ya Allah.

Catatan Hati Seorang Putri.



Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...