Dulu aku sempat berpikir ingin mendapatkan pasangan yang mapan. Dalam artian, penghasilan mencukupi kebutuhan anak yang paling utama.
Biaya sekolah mahal. Sembako mahal. Semua yang bersangkutan dengan uang, mahal. Jadi berpikir harus dapat yang mapan. Kasian nanti makannya anak bisa kesulitan.
Tapi aku berpikir ulang, bila bersatu karna uang, kebutuhan, dan kecukupan, semua itu tak akan selesai. Uang dapat mengubah mata dan hati tiap manusia. Kebutuhan sampai kapanpun tak akan bisa tercukupi, butuh ini butuh itu. Selalu ada kebutuhan lagi dan lagi. Tak selesai kan?
Akupun mengubah semua pandanganku tentang pencarian mapan.
Aku jadi terpikirkan, pasti so sweet makan sepiring berdua walau hanya dengan mie atau telur.
Aku tak mau terima enak dari suami. Aku ingin kami sama-sama berjuang dalam keluarga baru kami.
Aku ingin menghormatinya dan menghargainya sebagai imam, dan pemimpin keluarga kami, atas segala kerja kerasnya.
Karna aku juga ingin dihormati dan hargai sebagai istri yang taat dan setia.
Ketika datang waktunya sholat, kami sholat berjamaah. Dia mengajarkanku mengaji. memberikanku ilmu atas agama kami, sehingga kami tak lepas dari iman kami.
Tak mau lagi memikirkan bagaimana kebutuhan.
Dengan bismillah, untuk ibadah kepada Allah karna ingin ridha-Nya atas ketaatan kami, aku hanya ingin hidup dengannya yang tak hanya didunia, tapi juga dalam surga Allah, kami tetap dipersatukan.
Amin Ya Allah.
Catatan Hati Seorang Putri.
Biaya sekolah mahal. Sembako mahal. Semua yang bersangkutan dengan uang, mahal. Jadi berpikir harus dapat yang mapan. Kasian nanti makannya anak bisa kesulitan.
Tapi aku berpikir ulang, bila bersatu karna uang, kebutuhan, dan kecukupan, semua itu tak akan selesai. Uang dapat mengubah mata dan hati tiap manusia. Kebutuhan sampai kapanpun tak akan bisa tercukupi, butuh ini butuh itu. Selalu ada kebutuhan lagi dan lagi. Tak selesai kan?
Akupun mengubah semua pandanganku tentang pencarian mapan.
Aku jadi terpikirkan, pasti so sweet makan sepiring berdua walau hanya dengan mie atau telur.
Aku tak mau terima enak dari suami. Aku ingin kami sama-sama berjuang dalam keluarga baru kami.
Aku ingin menghormatinya dan menghargainya sebagai imam, dan pemimpin keluarga kami, atas segala kerja kerasnya.
Karna aku juga ingin dihormati dan hargai sebagai istri yang taat dan setia.
Ketika datang waktunya sholat, kami sholat berjamaah. Dia mengajarkanku mengaji. memberikanku ilmu atas agama kami, sehingga kami tak lepas dari iman kami.
Tak mau lagi memikirkan bagaimana kebutuhan.
Dengan bismillah, untuk ibadah kepada Allah karna ingin ridha-Nya atas ketaatan kami, aku hanya ingin hidup dengannya yang tak hanya didunia, tapi juga dalam surga Allah, kami tetap dipersatukan.
Amin Ya Allah.
Catatan Hati Seorang Putri.

Comments
Post a Comment