Skip to main content

All Of SHININ6

Kita sering berjumpa lalu berpisah.
Selalu ada rasa sedih, tak tenang, dan takut, saat kata "hati-hati dijalan" akan terucap sebentar lagi.
Apakah waktu akan kembali mempertemukan kita?
Bila melihat sejauh ini, sudah sering kita bertemu.
Tapi rasa sesak, terus terasa dihujung perpisahan.
Bila saja jarak tak menghalangi, mungkin kata perpisahan tak begitu berarti.
Sesak pun tak pernah dirasa. Ketakutan pun apalah itu? Tak ada.

Dijauh sana, kenapa harus ada tebing begitu tinggi yang menyulitkan kami untuk menemuimu?
Ini masalah waktu, atau uang, yang tidak mudah bagi kami menjumpaimu?
Tidak bisakah kau yang datang kesini menemui kami? Bisakah kami egois dengan keadaan?
Tak ada sedikitpun kah rasa mu ingin tertawa bersama kami?

Semua dari kita memiliki kesibukan masing-masing.
Teman berbeda. Hal menyenangkan pun berbeda yg didapat.
Buka rasa iri karna saat tertawa dengan orang lain, aku tak bersama kalian.
Tapi, bisakah tawa kebersamaan kita lebih banyak dibanding pada yang lain?
Aku selalu mencemaskan hal ini saat datangnya rasa rindu.
Bagaimana bisa aku sendiri disini, sedangkan kalian adalah yang selalu ada untuk ku?
Rasa sakit ini pun datang kembali.

Ini berlebihan bila dipandang dengan kacamata manusia.
Persahabatan tak perlu sampai seperti ini. Ada yang mengatakan begitu.
Seakan tergores benda tajam, hatiku terluka saat menyadari bahwa, 'mungkinkah dikehidupan kami selanjutnya, kami masih dapat tertawa bersama?'

Maka....

Disisa waktu ku, aku ingin selalu ada untuk kalian.
Disisa waktu ku, aku ingin menjadi yang diandalkan.
Disisa waktu yg masih ku miliki, kalian tak kurang sedikitpun cinta dari ku.
Disisa waktu ini, aku berusaha menjadi sahabat terbaik untuk kalian.
Dan disisa waktu yang kita jalani, kita selalu bahagia.


Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...