Skip to main content

Solusi Untuk Anak

Ada banyak hal, tentang pengamatan sesuatu saya tentang seorang anak.. dan saya akan memberikan hal baik dan hal buruk tentang cara mendidik anak dalam versi pengamatan sesuatu saya...
Taaapppiiii, dalam hal ini ada banyak hal yang aku keluhkan! contoh beberapa keluhan ku...

1.  Dalam lingkungan sehari-hari semenjak aku menyukai anak kecil, aku mendapatkan banyak banget pelajaran bagaimana cara mendidik anak agar tidak berlanjut NAKAL!
Jika seorang anak nakal, itu adalah hal yang wajar.. Tapi, disini aku melihat banyak seorang ibu yang tidak bisa menghilangkan perilaku buruk anaknnya tersebut... Untuk para ibu-ibu muda, mungkin saya bisa memberikan sedikit solusi untuk menghilangkan perilaku buruk anak...
misal:

A. Ketika anak melakukan sebuah kesalahan, jangan pernah membentaknya!!! Itu akan membuat anak menjadi takut! Cara yang baik adalah, dekatkan anak lalu beri tau dia bahwa yang dia lakukan adalah salah.. Dan beri anak pilihan antara baik dan buruk.. Juga harus di jelaskan maksudnya...


B. Ketika anak menangis karena tidak mendapatkan apa yang di inginkan, jangan penah menyentuhnya dengan tangan kasar!! Beritahu baik-baik mengapa tidak di perbolehkan mendapatkan apa yang dia mau.. Contoh saat dia meminta jajan es krim.. Beritau anak bahwa jika memakan es krim akan membuat dia jadi sakit batuk.. Dan coba tawarkan beberapa kue atau biskuit.. 

Menyentuh anak dengan tangan kasar akan membuat anak menjadi trauma jiwa hingga dia dewasa.. Dan dengan memukul atau mencubit, tidak hanya akan membuat anak berhenti menangis.. Itu juga akan membawa anak akan ikut ringan tangan seperti orang tuanya..


C. Ketika memarahi anak jangan pernah sekalipun berkata kasar padanya.. Karna itu akan mempengaruhi pikiran dan anak akan selalu mengingat perkataan-perkataan tersebut.. Contoh saat ibu merasa anaknya bandel.. Jangan penah mengatakan BANDEL di depan anak saat itu, karna perilaku anak akan tetap bandel.. Andaikan ibu bilang bahwa anaknya BODOH! Sampai tua mungkin si anak akan tetap jadi BODOH! Ganti kata-kata kasar tersebut dengan kata pujian di awal saat ingin menasihati anak..


D. Mungkin masih banyak sebagian orang tua yang sering berbicara sembarangan atau mengeluarkan kata-kata kotor! Walaupun maksud dari kata-kata itu adalah hanya candaan, tapi perilaku tersebuat akan membuat anak meniru perkataan orang tuanya pada lingkungan! Itu sangat tidak baik!! Sebagai orang tua, seharusnya selalu memberikan contoh dengan ucapan-ucapan yang halus dan berpendidikan.. Agar dikemudian hari anak akan selalu berbicara sopan pada lawan bicaranya..


2.
Itulah beberapa contoh dan solusi bagaimana menghilangkan kebiasaan atau perilaku buruk anak.. Dan sekarang ada beberapa contoh mendidik yang baik untuk perkembangan anak..


A. Biasakan anak hidup dengan pola sehat... Jangan biarkan anak berkeliaran sesukanya tanpa ada pengawasan ibu.. Karna bisa jadi anak akan makan sembarangan saat ia menemukan makanan yang baru ia ketahui.. Saat balita, biasakan memberikan anak makanan-makanan yang bernutrisi, paling tidak di beri makan sehari 4x.. Beri anak nasi sejak usia 10 bulan.. (mungkin bisa di blender atau di jadikan bubur) agar nantinya saat berkembang besar, anak tidak susah makan..


B.  Seorang ibu yang mencintai anaknya pasti akan memanjakan dan selalu memberikan apa yang anak inginkan.. Hal itu sangat wajar, dan menurut kebanyakan orangtua itu adalah kewajiban.. Tapi, di balik ke manjaan, anak juga harus di didik dengan disiplin, tau aturan dan tidak seenaknya meminta yang dia mau... Contoh dalam hal ini, saya adalah orang yang akan memberikan apapun selagi itu baik untuk anak dan tidak membawa pengaruh buruk untuknya..


C. Bimbing anak agar menjadi anak yang rajin.. Tidak hanya rajin belajar disekolah ataupun dirumah.. Tapi ajari anak juga dengan rajin beribadah, rajin menabung dan rajin bekerja... Agar ketika ia memasuki pertumbuhan sekolah, remaja hingga dewasa, anak sudah di bekali dengan kemandirian, dan kebiasaan-kebiasaan yang baik.. :)


D. Ajari anak dengan perilaku atau sifat-sifat yang baik.. Seperti kejujuran, sopan santun, kedisiplinan, saling berbagi dan saling tolong menolong... Itu akan membuat anak menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya.. 

Jika orang tua tidak ingin anaknya menjadi pembohong, biasakan orang tua terlebih dahulu tidak menutupi hal-hal yang anak ingin ketahui..
Selalu berucap baik pada saat berbicara dengan anak, agar anak mempunyai sikap sopan santun terhadap lawan bicaranya juga...
Beri anak jam waktu pada kesehariannya, agar anak selalu mentaati peraturan yang sudah dibuat.. Misal, anak harus tau waktu kapan saat bermain, dan kapan saat belajar.. Itu akan membiasakan anak menjadi disiplin!
Biasakan anak untuk tidak menjadi anak yang pelit ataupun kikir.. Misal saat anak bermain dengan teman sebaya'a, lalu ia mempunyai makanan yang lebih.. Ajari anak untuk berbagi pada teman'a walaupun tidak banyak...
Jangan diam ketika melihat orang lain sedang kesulitan.. Berikan contoh pada anak untuk saling menolong dengan sesama.. Agar dikemudian hari, anak tau apa arti saling tolong menolong...


E. Yang terakhir, ajari anak untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah ia dapat selama ini.. Jangan menambahkan keinginan anak, jika menurut orang tua itu belum pantas dimiliki anaknya... beri arahan agar anak tidak egois dan menjadi terlalu manja..




Semua ini di rangkum sesuai dengan apa yang saya temukan dalam keseharian dan juga beberapa pikiran saya tentang mengurus anak di kemudian hari huehehehe
Karna nantinya saya nggak mau jadi ibu yang SALAH.. Jadi saya meneliti untuk kedepannya menjadi ibu yang sempurna :D
Kadang saya berkhayal, mengharapkan keajaiban datang dari allah dengan memberikan seorang anak kepadaku saat ini.. Ataaaauuu, tiba2 tumpukan uang dalam karung jatuh ke tempat tidur agar saya bisa mengadopsi anak.. hahaha *abisnya adopsi mahal sih* -____-

Naaaahh.. Itulah beberapa pengamatan sesuatu yg bisa saya berikan.. Semoga beberapa contoh dan solusi bisa kalian dapatkan disini... hahaaayyy
Thanks yang udah baca and see ya! 

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...