Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2015

Maut

Salah satu takdir yang tak dapat di hindar, maupun di perlambat, adalah Maut. Saat ajal datang, siapa yang dapat menghindar? Bahkan malaikat Izrail pun, tak dapat menunggu walau hanya sedetik. Tapi kematian bisa di percepat; Bunuh diri. Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Justru adalah awal dari jalan kehidupan yang sesungguhnya. Lalu dunia? Percobaan. Dunia adalah Percobaan. Yang miskin, percobaan. Yang kaya, percobaan. Yang beriman, percobaan. Yang kafir, juga percobaan Usia adalah kontrak. Bila kontraknya sudah selesai, maka berakhir sudah hidupnya. Begitu?  Yang benar, syarat mati tak harus tua. Semua atas izin Allah. Jauh sebelum manusia menghirup udara dunia, takdir hidup, dan takdir kematian, sudah ditulis oleh pena dalam Lauh Mahfuzh. Tak dapat diingkar, saat dewasa dan telah memahami makna hidup, harus menghadapi dua hal. Kehidupan, dan kematian. Selama deru jantung masih berdetak, maka mintalah pada-Nya untuk dibukakan pintu maaf da...

Shadow

Aku masih membayangkan kau hadir dalam hari ku. Tapi betapa jahatnya aku, bayangan itu ku buat saat aku terpuruk. Seakan aku membutuhkanmu, disaat kesusahan saja. Sebenarnya tidak.. Aku merindukanmu setiap waktu. Bukan pada masa ini.. Sudah sedari dulu. Ku gambar wajahmu begitu jelas dalam bayangan. Seakan kau menemaniku yang sedang berdiri diatas getir. Kepalan tangan ini, bukan emosi yang keluar.. Aku sedang menggenggam tanganmu. Bayangan itu.. Kau menahan ku dalam keluhan.. Kau larang aku untuk mengeluh. Menggerakkan kaki ku masih dapat berjalan, jangan gunakan kaki yang ketiga dan keempat. Bahkan mulut ku, kau kunci agar tidak bersuara "Tolong aku" Dulu, kau ajarkan agar aku tak berharap pada orang lain. Sejak dulu kau ajarkan aku untuk berusaha sendiri, selagi aku mampu. Ya.. Mampu berdiri dengan kedua kaki yang masih bisa digunakan. Kini, aku terbiasa, tak berani mengandalkan orang lain. "Tidak perlu menjadi pintar, ta...

Beautiful Liar

Menyembunyikan rasa sakit ini lebih baik daripada mereka harus tahu. Terutama SHININ6 dan Mamah.. Cukup kepedihan ini ku simpan dan ku rasakan sendiri.. Seberapapun sakitnya, aku tak ingin perlihatkan pada siapapun.. Aku akan terus tersenyum dihadapan mereka, walau terdapat airmata didalamnya.. Bukan maksudku untuk berbohong, dan menutupi masalahku.. Aku tak ingin membuat mereka khawatir semakin jauh.. Agar  tak ada lagi airmata yang mereka  tumpahkan  hanya karna memikirkan keadaanku. Tidak semua orang benar-benar baik. Atau, akunya saja yang terlalu polos? Memandang semua orang dengan sisi positif.. Dan ketika aku dijatuhkan, betapa kagetnya.. Mereka adalah orang jahat. Tidak ada yang akan mengerti kesakitan ini.. Tidak ada yang bisa menolong.. Tidak ada yang mampu membebaskanku.. Jadi, akan ku telan semua ini sendirian.. Seseorang mengatakan, aku harus kuat.. Karna   aku masih beruntung dibandingkan banyaknya orang yang sedang terkena mus...

Pah...

Pah... Sesakit ini kah rasanya ketika dicaci? Pah.. Kenapa mulut ku tetap bungkam saat cacian itu tertuju padaku? Padahal aku tidak bersalah.. Sungguh aku takut dengan kata-kata kasar...  Karna kau tak pernah sekalipun berucap kasar hingga membuat hati ini tersayat.. Pah, bila kau ada dan melihat apa yang terjadi dengan ku hari ini, apa yang akan kau lakukan? Menamparnya? Memukulnya? Atau balas mencaci? Demi melindungku, pah.... Memukul ku lebih baik daripada mencaci ku..  Pah... Sesulit ini kah perjalananku? Harus seperti ini kah Allah menulis takdir ku? Kapan kebahagiaanku datang, pah? Haruskah aku terus bersabar, dengan ujian yang lebih sulit dimasa mendatang? Aku muak dengan keadaan ini...  Angkat bebanku Paah... Lepaskan beban ini Pah..  Siapapun, tolong lepaskan beban ini... Tubuh ini kian rentan.. Sesak ku tak berkesudahan.. Hingga aku tak kuat menahan sakitnya.. Pah.. aku enggan kembali.. Aku ingin enya...

Silence is Gold

Setiap kali membaca sebuah artikel, yang paling diminati adalah komentator. Bagaimana mereka melihat, menilai, dan mengomentari. Ada yang dengan bijak, "Semoga masalahmu segera terselesaikan." Ada yang tidak begitu menarik perhatian baginya, tapi dikomen "Ga mau ngurusin berita ga penting gini!" Ada yang langsung beranggapan buruk "Ketauan kan loe bejatnya!" Ada yang sering bilang "Ah nyapein ngurusin yang kayak begini mah" Tapi dia nya ngurusin hidup orang dengan menjelekkan object tersebut. Ish.. ish... ish... Sebenarnya yang menjalani masalah si peran utama, atau si komentator?  Kehidupan media sosial itu tidak benar-benar 100% bisa dipercaya. Jadi, untuk apa mengurusi hal-hal seperti gosip? Atau berita yang masih belum terbukti kebenarannya. Baca berita pembunuhan, komennya "Yang ngebunuh manusia terkutuk! Tinggalnya di neraka paling bawah!!" Aduh paaaaak... Hati-hati dalam berbicara.. Nanti kutukannya ma...

Mandiri with Me Time

Menjadi mandiri, sangat tidak mudah.  Menolak keinginan hati untuk tidak meminta bantuan, sangat tidak mudah. Hidup itu tidak bisa sendiri. Sakit saja, harus ada yang merawat. Walaupun diliang kubur nanti, tak ada satupun yang bisa menemani. Hidup itu indah bila disyukuri. Namun saat menghadapi masalah, semua terasa begitu buruk, termasuk hidup. Keindahan sebelumnya seakan musnah Apa yang terjadi padaku sekarang pun, tak mudah bisa sampai disini. Pahit getir hingga tak kuat melangkah, adalah awal dari hidupku. Semua orang berjuang dalam hidupnya untuk kelayakan hidup. Tapi aku, berjuang untuk kuat dengan kehidupan. Waktu pun memperlihatkan bagaimana diriku sebenarnya. Saat aku merasa, lebih bijak, lebih dewasa, dan lebih  mandiri, aku seakan tak percaya. Ibu ku tak pernah mengajarkan apa itu bijaksana, dewasa, maupun mandiri. Tapi darinyalah, ketiga sifat itu lahir dalam diriku. Aku hanyalah seorang anak, kakak, dan adik, namun kini bertambah menjadi seo...