Skip to main content

Ujian saat ini

Bisa bekerja di dunia kantoran. Walaupun ini hanya bagian administrasi untuk pelatihan semacam pendidikan, namun banyak sekali hal-hal yang baru terungkap dalam hidup, ku rasakan.
Dalam pekerjaan, tentunya aku dapat mengimbangi dan menyesuaikan dengan aturan yang ada. 
Ku kerjakan sesuai dengan seharusnya.

Namun, disini yang menjadi keluhan ku adalah, orang-orang disekeliling ku ini. Aku sampai tidak mengenal siapa diriku saat aku ditatap sinis oleh orang lain. Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Bahkan aku pernah beberapa kali mendapat suara ketus yang membuat telinga sungguh tidak nyaman.

Aku bersandar dalam lamunan. Aku bukan wanita penjual diri, namun mengapa mereka memandangku seakan jijik terhadapku? Aku dapant membaca dan menghitung, tapi kenapa mata lain memandang bahwa aku ini orang bodoh? Perlakuan mereka yang angkuh, ku biarkan. Bukan karna diri ini takut. Tapi entah apa itu, seakan ada yang mencegahku sehingga aku tetap diam ditempat.

Aku tidak ingin berpikiran buruk tentang mereka. Namun, seringkali sikap mereka seakan sombong dan angkuh.

Aku berkaca. Apakah sebenarnya diri ini yang mempunyai masalah? Apakah aku telah melakukan kesalahan tanpa kesadaranku? Tapi apa?
Wajah ini memang jelek. Derajatku ini memang rendah. Tapi aku bukan wanita rendahan. Aku memiliki hati dan bisa tersinggung.

Bila mereka memandangku akan latar belakang pendidikan yang tidak ku punya, seharusnya mereka bertanya, kenapa aku bisa berada ditempat ini?

Aku tidak ingin menjadikan semua ini beban. Tapi aku pun tidak leluasa menjalankan pekerjaan dengan minus komunikasi. 
Andaikan mereka yang sombong dan angkuh itu tahu, bahwa aku menyimpan keburukan mereka dari mulut orang-orang disekitar. Dan andai saja mereka tahu, bahwa yang mereka ajak tertawa adalah si penjilat ludah. Yang tak ada beda dengan mereka sendiri.

Disisi lain aku merasa, bahwa semua ini karna doa yang ku panjatkan pada Allah swt. Aku meminta sesuatu untuk diriku. Allah Maha Tahu, dan aku harap ini memang akan menjadi kebaikan untuk hidupku. Maka dengan ujian yang terjadi saat ini, aku sadar bahwa Allah tengah mengujiku. Apakah aku dapat melewati semua ini, atau tidak. Dan bila aku berhasil, maka aku telah lulus dari ujian. Sehingga aku menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Walau aku selalu bimbang dengan semua ini, namun bila dengan seperti ini Allah kehendaki hidupku agar lebih baik, aku ikhlas dan siap menerima konsekuensi apapun dimasa mendatang.
Biarlah dibelakangku orang menjeleki dan meludahi ku. Itu tak berarti apapun, karna ada yang sedang memperhatikanku dengan begitu teliti. Maka aku akan sabar dan hati-hati.

Allah Maha Adil. Ku serahkan apapun yang terjadi.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Cinta Dalam Diam

Jemariku meraba ratusan buku yang berjejer pada raknya. Hatiku gundah, kali ini, ingin membaca kisah seperti apa? Sesuatu yang menyemangati, atau hal-hal yang terasa pilu di hati? Langkah ku melewati lebih dari 4 rak buku yang berdiri kokoh di dalam toko. Mataku melirik pada sebuah judul. Pada satu-satunya judul yang dapat menarik perhatianku. Ku baca perlahan prolog yang berada di sampul belakang, ku dalami setiap kalimat, dan ku pahami nyawa yang tertulis dalam cerita tersebut. Aku tertegun. "Ya Allah, apakah kisah ini sama-dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini padaku?" batinku berbisik. Aku terdiam beberapa menit dalam argumen dengan hatiku, apakah ada yang bisa aku petik dari kisah ini? Entah... Siapa yang akan tahu bagus atau tidaknya kisah ini? Dan mana bisa diketahui seberapa banyak penggalan cerita ini yang dapat dipetik, bila belum terjamah untuk membacanya? Lama aku tertegun dalam diam sambil menatap lekat buku ini. "A, apakah k...

Aku Dan Pilu

Sudah hampir satu bulan ini hatiku dirundung pilu dan gelisah. Banyak sekali hal yang ku pikirkan. Dan kerinduan yang membendung besar. Dimulai dari kemo mamah yang ke empat ditanggal 12 Septermber 2018, setelah masa kemo beberapa hari, mamah lebih sering terlihat murung. Beliau bukan type orang yang mudah menceritakan apa yang dirasakannya, jadi aku tak tahu apa yang terjadi. Jangan tanyakan kenapa aku tidak bertanya saja? Sudah. Jawab beliau “Nggak’ apa-apa” . Sesingkat itu memang wanita untuk menjawab pertanyaan. Murungnya mamah bukan dikurun waktu yang sebentar, namun beberapa minggu bahkan menjelang kemo nya yang ke lima. Berulang kali ku ingatkan, untuk menjaga kesehatannya agar jangan sampai kejadian sebelum kemo ke empat, terulang lagi. Hari itu, selasa 10 Septermber 2018, aku mendaftarkan kemo mamah yang ke empat, juga meminta jadwal kemo yang ke lima. Hancur hati ini manakala dokter mengatakan, “Leukosit ibunya rendah, harus disuntik obat. Tapi persediaan disini seda...

Kartini

Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia. Semoga, semakin bertambah perempuan yang dapat mengharumkan Agama, Negara, dan Keluarga. Di zaman dahulu, hampir seluruh perempuan menjadi "paksaan" dalam bekerja, maupun untuk lelaki. Namun kini berbalik. Kini sudah banyak perempuan yang sukses dalam bidang pendidikan, dan usaha. Sudah tak terhitung, kini perempuan lebih berhasil. Ini peningkatan. Namun, tak juga menurun tingkat perempuan yang menjual kehormatannya, demi keberhasilan hidup mewah. Lokalisasi tiap daerah masih banyak. Sebagai perempuan, baiknya menerapkan seperti yang telah tercipta pada dirinya: Mulia. Perempuan itu, cenderung dengan Cantik dan Bersih. Maka cantikanlah hati, dan bersihkanlah iman. Agar dapat memberikan energi positif. Terutama dalam lingkungan, perempuan sangat berpengaruh. Karna perempuan cenderung dengan bersih. Untuk perempuan, mari bersihkan iman dengan juga membersihkan lingkungan. Ka...