Bisa bekerja di dunia kantoran. Walaupun ini hanya bagian administrasi untuk pelatihan semacam pendidikan, namun banyak sekali hal-hal yang baru terungkap dalam hidup, ku rasakan.
Dalam pekerjaan, tentunya aku dapat mengimbangi dan menyesuaikan dengan aturan yang ada.
Ku kerjakan sesuai dengan seharusnya.
Namun, disini yang menjadi keluhan ku adalah, orang-orang disekeliling ku ini. Aku sampai tidak mengenal siapa diriku saat aku ditatap sinis oleh orang lain. Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Bahkan aku pernah beberapa kali mendapat suara ketus yang membuat telinga sungguh tidak nyaman.
Aku bersandar dalam lamunan. Aku bukan wanita penjual diri, namun mengapa mereka memandangku seakan jijik terhadapku? Aku dapant membaca dan menghitung, tapi kenapa mata lain memandang bahwa aku ini orang bodoh? Perlakuan mereka yang angkuh, ku biarkan. Bukan karna diri ini takut. Tapi entah apa itu, seakan ada yang mencegahku sehingga aku tetap diam ditempat.
Aku tidak ingin berpikiran buruk tentang mereka. Namun, seringkali sikap mereka seakan sombong dan angkuh.
Aku berkaca. Apakah sebenarnya diri ini yang mempunyai masalah? Apakah aku telah melakukan kesalahan tanpa kesadaranku? Tapi apa?
Wajah ini memang jelek. Derajatku ini memang rendah. Tapi aku bukan wanita rendahan. Aku memiliki hati dan bisa tersinggung.
Bila mereka memandangku akan latar belakang pendidikan yang tidak ku punya, seharusnya mereka bertanya, kenapa aku bisa berada ditempat ini?
Aku tidak ingin menjadikan semua ini beban. Tapi aku pun tidak leluasa menjalankan pekerjaan dengan minus komunikasi.
Andaikan mereka yang sombong dan angkuh itu tahu, bahwa aku menyimpan keburukan mereka dari mulut orang-orang disekitar. Dan andai saja mereka tahu, bahwa yang mereka ajak tertawa adalah si penjilat ludah. Yang tak ada beda dengan mereka sendiri.
Disisi lain aku merasa, bahwa semua ini karna doa yang ku panjatkan pada Allah swt. Aku meminta sesuatu untuk diriku. Allah Maha Tahu, dan aku harap ini memang akan menjadi kebaikan untuk hidupku. Maka dengan ujian yang terjadi saat ini, aku sadar bahwa Allah tengah mengujiku. Apakah aku dapat melewati semua ini, atau tidak. Dan bila aku berhasil, maka aku telah lulus dari ujian. Sehingga aku menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Walau aku selalu bimbang dengan semua ini, namun bila dengan seperti ini Allah kehendaki hidupku agar lebih baik, aku ikhlas dan siap menerima konsekuensi apapun dimasa mendatang.
Biarlah dibelakangku orang menjeleki dan meludahi ku. Itu tak berarti apapun, karna ada yang sedang memperhatikanku dengan begitu teliti. Maka aku akan sabar dan hati-hati.
Allah Maha Adil. Ku serahkan apapun yang terjadi.
Comments
Post a Comment